JAKARTA – Barcelona akhirnya mengambil langkah tegas terkait masa depan European Super League (ESL). Klub raksasa asal Catalunya itu secara resmi memulai pengunduran diri ri proyek liga kontroversial yang sejak awal menuai penolakan luas di Eropa. Keputusan ini membuat Real Madrid menjadi satu-satunya klub pendiri yang masih bertahan dalam proyek tersebut.
Dalam pernyataan resmi pada Sabtu (7/2/2026), Barcelona menegaskan, “FC Barcelona dengan ini mengumumkan bahwa pada hari ini klub telah secara resmi memberitahukan kepada Perusahaan European Super League serta klub-klub yang terlibat mengenai pengunduran diri FC Barcelona dari proyek European Super League.”
Keterlibatan Barcelona atas Proyek ESL
Langkah ini sekaligus menutup keterlibatan panjang Barcelona dalam proyek liga tandingan UEFA yang diluncurkan pada April 2021. Dari 12 klub pendiri, sembilan mundur hanya beberapa hari setelah peluncuran akibat tekanan suporter. Juventus menyusul pada 2023, menyisakan Barcelona dan Real Madrid sebagai dua klub terakhir yang masih terafiliasi.
Meski Presiden Joan Laporta sempat optimistis pada 2023 bahwa liga alternatif Eropa mampu menyaingi dominasi Premier League, Barcelona kini memilih arah berbeda. Sementara itu, perusahaan A22 yang mengelola proyek ESL terus melakukan perubahan konsep, termasuk mengusulkan format baru dengan 64 klub pada 2023, hingga meluncurkan gagasan Unify League dengan 96 klub pada 2024. Namun, hingga kini masa depan proyek tersebut tetap tidak jelas.