JAKARTA – Bayern Munich kembali dikaitkan dengan Dani Olmo di tengah spekulasi transfer yang mengarah pada kemungkinan kepergian Michael Olise.
Gelandang asal Spanyol itu disebut masuk daftar alternatif Bayern apabila Olise benar-benar meninggalkan klub raksasa Bundesliga tersebut.
Menariknya, Bayern ternyata sudah dua kali berusaha mendapatkan Olmo ketika sang pemain masih memperkuat Dinamo Zagreb dan RB Leipzig.
Agen Olmo, Andy Bara, mengungkapkan Bayern sempat mengajukan tawaran saat kliennya bermain untuk Dinamo Zagreb.
Namun, Bara justru meminta Olmo menunda kepindahan karena menilai pemain tersebut masih membutuhkan satu tahap perkembangan sebelum bergabung dengan Bayern.
“Atas inisiatif saya, saya mengatakan tidak kepada Bayern ketika dia masih di Dinamo, karena saya mengatakan kepadanya bahwa dia membutuhkan satu langkah lagi,” ungkapnya dikutip SB Nation, Selasa (6/10/2026).
Olmo kemudian mendapat kesempatan kedua ketika sudah menjadi pemain RB Leipzig, tetapi Bayern kembali gagal membawanya ke Allianz Arena.
“Belakangan, ketika dia menjadi pemain Leipzig, dia kembali menerima tawaran dari Bayern,” kata Bara.
Keputusan Bayern tidak merekrut Olmo saat itu kini menjadi bahan perdebatan setelah sang pemain akhirnya pindah ke Barcelona.
Olmo memang memiliki kemampuan teknis dan kreativitas yang membuatnya menarik, tetapi kebutuhan Bayern terhadap pemain dengan karakteristik serupa patut dipertanyakan.
Saat Olmo masih berada di Zagreb dan Leipzig, Bayern sudah memiliki Thomas Müller serta Jamal Musiala sebagai opsi penting di belakang penyerang.
Kondisi tersebut membuat perekrutan Olmo berpotensi menambah kepadatan di sektor gelandang serang tanpa menyelesaikan kebutuhan utama tim.
Komposisi lini serang Bayern saat ini juga semakin beragam dengan keberadaan Musiala, Michael Olise, Lennart Karl, Ismael Saibari, dan Serge Gnabry.
Karena itu, munculnya nama Olmo sebagai kandidat pengganti Olise dinilai cukup mengejutkan jika Bayern memang kehilangan pemain asal Prancis tersebut.
Bayern kemungkinan lebih membutuhkan investasi pada posisi lain dibandingkan kembali mengejar pemain dengan profil permainan yang relatif serupa.
Bagi Olmo, kegagalan bergabung dengan Bayern justru bisa menjadi bagian dari perjalanan karier yang membawanya hingga Barcelona.
Situasi tersebut juga memperlihatkan bahwa keputusan transfer yang pernah dianggap sebagai kehilangan dapat berubah menjadi keuntungan ketika kebutuhan klub ikut mengalami perubahan.***