BANTEN – Manajemen Persita Tangerang resmi melaporkan kericuhan suporter saat menghadapi Persija Jakarta di Banten International Stadium (BIS), Kota Serang, ke polisi. Polresta Serang Kota kini mendalami laporan tersebut dengan mengumpulkan rekaman CCTV dan video untuk mengungkap pemicu bentrokan serta mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab.
Kasat Reskrim Polresta Serang Kota, Kompol Alfano Ramadhan, membenarkan adanya laporan dari manajemen Persita terkait insiden yang terjadi dalam pertandingan BRI Super League tersebut.
“Sudah ada satu laporan dari Persita terkait kerusuhan di BIS,” kata Alfano kepada awak media, Rabu (21/10/2026).
Polisi selanjutnya melakukan penyelidikan untuk mengungkap rangkaian kejadian yang menyebabkan kericuhan hingga mengakibatkan sedikitnya 11 suporter mengalami luka-luka.
Kapolresta Serang Kota, Kombes Pol Yudha Satria, mengatakan penyidik telah mengumpulkan sejumlah bukti visual, termasuk rekaman kamera pengawas di stadion serta video yang direkam anggota kepolisian dan ofisial kedua tim.
Menurut Yudha, rekaman tersebut akan digunakan untuk menelusuri kronologi bentrokan sekaligus mengidentifikasi orang-orang yang diduga terlibat dalam pemicu kerusuhan.
Berdasarkan informasi awal yang diterima polisi, kericuhan diduga bermula dari aksi provokasi berupa pengambilan atribut milik kelompok suporter Persija Jakarta, The Jakmania.
“Menurut informasi yang ada, yang memicu adalah ada beberapa orang yang memprovokasi dengan mengambil bendera dari Jakmania. Sementara kita sudah mengambil beberapa rekaman CCTV maupun rekaman video, baik dari anggota maupun ofisial kedua belah pihak. Sementara masih kita dalami,” ujar Yudha.
Polisi masih mendalami informasi tersebut dengan mencocokkan rekaman yang telah dikumpulkan. Penyebab kericuhan dan pihak-pihak yang terlibat belum dipastikan karena penyelidikan masih berlangsung.
Kericuhan dilaporkan mulai terjadi ketika pertandingan memasuki menit ke-25 babak pertama. Gesekan antarsuporter muncul di sekitar Gate 14 setelah terjadi aksi saling ejek dan provokasi melalui yel-yel.
Situasi kemudian memanas dan meluas ke sejumlah titik lain di area stadion, yakni Gate 5, Gate 6, dan Gate 7. Bentrokan fisik pun terjadi, disertai aksi saling lempar suar atau flare dan batu.
Akibat insiden tersebut, sedikitnya 11 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Sejumlah korban mengalami cedera akibat terkena benda tumpul, sementara korban lainnya terkilir ketika berdesakan saat berusaha menyelamatkan diri dari kerumunan.
Petugas keamanan bersama tim medis kemudian mengevakuasi para korban ke RS Bhayangkara dan RS Arafiq untuk mendapatkan penanganan medis.
Kericuhan itu juga berdampak pada jalannya pertandingan Persita kontra Persija. Wasit sempat menghentikan laga selama sekitar 30 menit ketika aparat keamanan dan panitia pelaksana berupaya mengendalikan situasi di area stadion.
Pertandingan baru kembali dilanjutkan pada pukul 20.30 WIB setelah situasi dinyatakan terkendali. Persita akhirnya menuntaskan laga dengan kemenangan 3-2 atas Persija Jakarta.
Meski pertandingan telah berakhir, penanganan kasus kericuhan masih berlanjut. Penyidik Polresta Serang Kota terus mengumpulkan keterangan saksi dan mencocokkan bukti rekaman untuk mengungkap secara jelas penyebab bentrokan serta menentukan pihak yang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum.