JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan komitmennya dalam menjaga kesejahteraan pekerja Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
BGN mewajibkan seluruh mitra penyedia layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menyediakan ruang istirahat dan memperbarui fasilitas kerja.
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang menyampaikan ultimatum tersebut usai melakukan inspeksi langsung ke salah satu dapur MBG di SPPG Trenggalek Pogalan, Jawa Timur, Kamis (12/2/2026).
Dalam kunjungan itu, Nanik menemukan adanya ketidaksiapan fasilitas bagi staf pengawas dan pengelola yang bertugas hampir tanpa jeda.
“Mitra yang tidak mau menyediakan ruang istirahat untuk kepala SPPG, pengawas gizi, dan pengawas keuangan, akan dihentikan sementara.”
“Bilang sama pemilik, ya, saya sudah marah betul ini, saya tutup atau segera membuat kamar!” tegas Nanik.
Menurutnya, mitra yang menerima anggaran hingga Rp6 juta setiap hari wajib menggunakan dana tersebut secara bertanggung jawab, termasuk untuk memperbaiki peralatan dan memenuhi kebutuhan dasar pekerja.
“Mitra sudah menerima Rp6 juta setiap hari, jangan enak-enakan. Mitra harus bertanggung jawab,” ujarnya.
Salah satu pengawas keuangan, Nia Hastuti, mengungkapkan kondisi sulit di tempatnya bekerja.
Ia menyebut rekan-rekan pengawas gizi bahkan harus tidur di bawah meja kantor karena tidak tersedianya fasilitas istirahat.
“Kami merasa kasihan sekali kepada pengawas gizi kami karena setiap hari terpaksa tidur di lantai di bawah meja kantor tanpa kasur akibat tidak ada ruang istirahat.”
“Padahal, setiap hari dia tidak tidur semalaman karena mengawasi proses masak,” tutur Nia.
Nia mengaku sudah berulang kali meminta pihak yayasan mitra dapur untuk membuatkan ruang istirahat serta memperbaiki pendingin ruangan (AC) dan peralatan dapur rusak, namun ia selalu mendapat jawaban bahwa tidak ada anggaran.
“Sudah beberapa kali saya mengingatkan, tetapi tidak juga dilakukan dengan alasan tidak ada dana,” katanya.
Keluhan serupa juga datang dari Pengawas Gizi Kota Madiun, Dewi Nur, yang mengaku harus menempuh jarak jauh untuk pulang karena tak tersedia tempat istirahat di lokasi kerja.
“Ada yang mendapat kos, tetapi berjarak jauh. Saat pulang di Hari Jumat dini hari lalu, saya mengalami kecelakaan,” ungkap Dewi.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Nanik langsung memerintahkan Koordinator Regional SPPG Jawa Timur untuk mencatat seluruh mitra yang lalai menyediakan fasilitas istirahat atau masih menggunakan peralatan dapur bekas.
Tindakan ini dilakukan sebagai langkah pengawasan ketat agar standar kesejahteraan tenaga pengelola MBG tetap terjaga di seluruh Indonesia.***
