JAKARTA – Warga wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) diimbau untuk bersiap menghadapi cuaca ekstrem pada akhir pekan ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi peningkatan intensitas hujan yang signifikan pada 7–8 Februari 2026, dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah kawasan.
Berdasarkan prakiraan resmi BMKG yang dirilis Jumat (6/2/2026), kondisi tersebut dipicu oleh pembentukan awan hujan tebal, terutama di wilayah selatan dan timur Jakarta serta daerah penyangga seperti Bogor. Masyarakat yang berencana beraktivitas di luar ruangan disarankan membawa payung atau jas hujan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko genangan air, petir, dan angin kencang.
Prakiraan Detail Sabtu, 7 Februari 2026
Pada Sabtu, potensi hujan tertinggi diprediksi terjadi di wilayah selatan dan timur Jakarta serta sekitarnya. Kategori risiko dibagi sebagai berikut:
Hujan Lebat hingga Sangat Lebat (potensi siaga):
- Jakarta Timur
- Jakarta Selatan
- Kepulauan Seribu
- Kabupaten Bogor
Hujan Sedang hingga Lebat (kategori waspada):
- Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Jakarta Barat
- Kota Depok
- Kota Bogor
- Tangerang Raya (Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Tangerang Selatan)
- Bekasi (Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi)
Prakiraan Minggu, 8 Februari 2026
Memasuki hari Minggu, meski status siaga tidak lagi terpantau, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi secara merata di seluruh Jabodetabek. Wilayah yang perlu diwaspadai meliputi:
- Seluruh wilayah DKI Jakarta (Jakarta Barat, Pusat, Utara, Timur, dan Selatan)
- Tangerang Raya
- Kota dan Kabupaten Bekasi
- Kota Depok serta Kota dan Kabupaten Bogor
BMKG menekankan agar masyarakat terus memantau pembaruan prakiraan cuaca melalui situs resmi bmkg.go.id atau kanal informasi terpercaya, mengingat kondisi atmosfer dapat berubah dengan cepat. Kewaspadaan ini penting untuk mencegah dampak seperti banjir, longsor di daerah rawan, serta gangguan transportasi akibat hujan deras.
Cuaca ekstrem tersebut sejalan dengan puncak musim hujan di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat. Masyarakat diharapkan tetap proaktif dalam mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi.
