JAKARTA – Memasuki awal Mei 2025, Indonesia dihadapkan pada rangkaian bencana alam yang menghantam berbagai daerah secara bersamaan. Hujan deras yang terjadi sejak awal bulan memicu tanah longsor, banjir, hingga angin puting beliung, menyebabkan ribuan warga terdampak dan mengungsi.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus bergerak cepat dalam memantau dan menangani berbagai bencana yang terjadi.
“Kami terus mengupdate data dan melakukan koordinasi dengan BPBD di masing-masing daerah guna memastikan penanganan berjalan maksimal,” jelas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.
Tanah Bergerak di Sumedang, 20 Keluarga Dievakuasi
Bencana tanah bergerak menerjang Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Minggu (4/5) pukul 04.00 WIB. Intensitas hujan tinggi di Desa Cisalak memicu pergerakan tanah yang mengancam permukiman warga. Akibatnya, 20 Kepala Keluarga atau 51 jiwa harus dievakuasi ke Aula GOR Cisalak, sementara 17 rumah terancam longsor susulan.
Akses jalan Desa Cisalak–Marasa juga tertutup material longsor, dan saat ini sedang dalam tahap penanganan. Pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan PVMBG untuk melakukan pengkajian lanjutan terhadap potensi pergerakan tanah. Bupati Sumedang turut hadir di lokasi guna memastikan penanganan berjalan lancar.
Banjir Rendam Bekasi, 108 Rumah Terendam
Di saat bersamaan, hujan lebat juga melanda Kabupaten Bekasi, tepatnya di Perumahan Citra Mulia, Desa Cibarusah Kota. Air meluap dari sungai dan saluran, menyebabkan 108 rumah milik 108 KK terendam banjir.
BPBD Provinsi Jawa Barat dan BPBD Kabupaten Bekasi melakukan penilaian cepat serta menyedot air menggunakan pompa alkon. Status siaga darurat banjir dan cuaca ekstrem pun telah ditetapkan sejak 8 Oktober 2024 hingga 31 Mei 2025 oleh Gubernur Jawa Barat, sebagai langkah antisipasi terhadap bencana susulan.
Banjir Besar di Berau, Kalimantan Timur, 792 KK Terdampak
Hujan deras juga mengguyur wilayah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, pada Sabtu (3/5) dini hari, menyebabkan banjir yang merendam 5 kecamatan dan 9 kampung, termasuk Kampung Tumbit Dayak di Kecamatan Sambaliung.
Sebanyak 792 KK terdampak langsung, dengan fasilitas umum seperti 5 sekolah, 2 rumah ibadah, dan 2 jembatan ikut rusak. Evakuasi warga, pendirian posko, serta distribusi logistik dilakukan oleh BPBD bersama relawan. Warga juga diminta waspada terhadap kemungkinan kemunculan hewan liar seperti buaya di daerah aliran sungai.
Puting Beliung di Gorontalo Rusak Puluhan Rumah
Sementara itu, pada Senin (5/5) siang, angin puting beliung menerjang dua desa di Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, yakni Desa Timuato dan Pentadio Timur. Sebanyak 65 KK atau 248 jiwa terdampak, dengan 22 KK mengungsi ke Puskesmas Pembantu Desa Timuato.
Kerusakan terjadi pada rumah-rumah warga, dan kebutuhan mendesak berupa makanan, air bersih, popok bayi, serta tikar sangat dibutuhkan. BPBD Kabupaten Gorontalo bersama TNI, Polri, dan pemerintah setempat terus bahu-membahu dalam proses pemulihan.
BNPB Imbau Warga Waspada
BNPB mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah dalam menghadapi musim penghujan yang masih berlangsung.
“Kami imbau warga agar selalu waspada, mengikuti arahan petugas, dan memantau informasi resmi dari BNPB maupun BPBD,” ujar Abdul Muhari.
Situasi di beberapa daerah memang mulai berangsur membaik, namun upaya pemulihan dan penanganan bencana terus digencarkan demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
