JAKARTA – Raksasa pembuat pesawat asal Amerika Serikat, Boeing, merespons kecelakaan yang melibatkan pesawat Boeing 737-800 milik maskapai Jeju Air di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan, pada Minggu (29/12). Insiden tragis ini menewaskan 179 dari 181 orang yang berada di dalam pesawat tersebut.
Dalam pernyataannya yang dimuat di laman Newsweek, Boeing mengungkapkan telah menghubungi pihak Jeju Air dan siap memberikan dukungan kepada maskapai asal Korea Selatan itu. “Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang kehilangan orang yang dicintai, dan pikiran kami tetap bersama para penumpang dan awak,” tulis Boeing, seperti dikutip pada Senin (30/12).
Pesawat Boeing 737-800 tersebut bukan pertama kalinya terlibat dalam insiden yang mencuat ke publik. Sebelumnya, pada Januari 2024, sebuah penerbangan Alaska Airlines mengalami ledakan pada sumbat pintu di udara, yang kembali menyoroti isu terkait kualitas dan keselamatan produk Boeing.
Sejumlah lebih dari 100 pelapor telah melayangkan tuduhan mengenai praktik keselamatan yang dipertanyakan oleh produsen pesawat yang berbasis di Virginia ini. Tuduhan-tuduhan tersebut memicu penyelidikan dan tindakan hukum yang sedang berlangsung.
Dalam konferensi pers yang disiarkan televisi, CEO Jeju Air, Kim E-bae, mengungkapkan bahwa penyebab kecelakaan tersebut masih belum dapat dipastikan. Ia menambahkan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kerusakan pada pesawat sebelum kejadian. “Kami akan bekerja sama dengan penyelidik untuk mengungkap apa yang terjadi,” ujar Kim.
Pesawat yang mengalami kecelakaan itu diketahui menerima peringatan mengenai potensi tabrakan dengan burung beberapa saat sebelum kecelakaan terjadi, yang membuka kemungkinan adanya hubungan antara peringatan tersebut dengan insiden tersebut.
Komite Investigasi Kecelakaan Udara dan Kereta Api Korea Selatan telah berhasil menemukan perekam data penerbangan (flight data recorder) dari kotak hitam pesawat. Namun, hingga kini, pihak berwenang masih terus mencari perekam suara kokpit (cockpit voice recorder) untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai kejadian tersebut.
