JAKARTA – Presiden Donald Trump secara resmi menandatangani perintah eksekutif pada 7 Januari 2026 yang memerintahkan Amerika Serikat keluar dari 66 organisasi internasional, menandai langkah besar dalam kebijakan “America First“. Keputusan ini mencakup 31 badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan 35 organisasi non-PBB yang dinilai boros serta tidak sejalan dengan kepentingan nasional AS.
Kronologi Keputusan Trump
Presiden Trump mengeluarkan memorandum presiden setelah tinjauan komprehensif melalui Executive Order 14199 yang dimulai sejak awal 2025. Sekretaris Negara Marco Rubio menyatakan bahwa organisasi-organisasi tersebut “redundan, dikelola buruk, dan mempromosikan agenda globalis yang bertentangan dengan kedaulatan AS”.
Semua departemen eksekutif diinstruksikan menghentikan partisipasi dan pendanaan segera, dengan proses penarikan direncanakan rampung dalam waktu satu tahun. Langkah ini melanjutkan penarikan sebelumnya dari WHO, UNESCO, dan Dewan HAM PBB.
Daftar Organisasi yang Ditinggalkan Amerika Serikat
Organisasi PBB Utama:
- UNFCCC (Konvensi Perubahan Iklim PBB)
- IPCC (Panel Iklim PBB)
- UNFPA (Dana Kependudukan PBB)
- ECOSOC (Badan Ekonomi-Sosial PBB)
Organisasi Non-PBB:
- International IDEA
- IUCN (Persatuan Konservasi Alam Internasional)
- International Renewable Energy Agency
- International Solar Alliance
Dampak Global dan Reaksi
Keluarnya AS dari UNFCCC dan IPCC diprediksi menghambat upaya iklim global, mengingat kontribusi emisi AS mencapai 21% dunia. Ilmuwan Stanford Rob Jackson menyebut keputusan ini “memberi alasan bagi negara lain menunda komitmen iklim”.
Reaksi Indonesia: Kementerian Luar Negeri menyatakan keprihatinan atas tekanan terhadap multilateralisme dan mendorong komitmen kerja sama global. China dan Eropa mengecam langkah ini sebagai “kepengecutan dari tanggung jawab global”.
Alasan Resmi Gedung Putih
Pemerintahan Trump menekankan penghematan miliaran dolar pajak warga AS yang bisa dialihkan ke prioritas domestik. “Kita akhiri pendanaan entitas yang memajukan agenda woke di atas kepentingan rakyat Amerika,” tegas pejabat Gedung Putih.
Meski demikian, AS tetap komitmen pada lembaga strategis seperti International Telecommunication Union untuk kompetisi dengan China. Keputusan ini memicu perdebatan sengit di Kongres AS dan forum internasional.
