Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kemunculan kembali fenomena sinkhole atau lubang amblas, terutama di wilayah yang memiliki formasi batuan gamping (kapur).
Peringatan ini disampaikan setelah munculnya sinkhole di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, yang dilaporkan pada Minggu (5/1/2026).
Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Adrin Tohari, menjelaskan bahwa kemunculan lubang amblas tidak selalu bersifat tunggal dan dapat berulang di lokasi sekitar maupun di wilayah lain dengan karakteristik geologi serupa.
“Apakah fenomena ini bisa terjadi di daerah lain di sekitar sini? Sangat mungkin. Sinkhole tidak selalu muncul satu saja, bisa muncul kembali, tetapi perlu dilakukan pemetaan untuk memastikannya,” ujar Adrin saat dihubungi, Senin (5/1/2026).
Pergerakan Tanah Masih Terjadi
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lima Puluh Kota melaporkan bahwa hingga Selasa (6/1/2026), pergerakan tanah di lokasi sinkhole masih berlangsung. Komandan Regu Tim Reaksi Cepat BPBD setempat, Alexandra, menyebut lubang tersebut memiliki panjang sekitar 10 meter, lebar 7 meter, dan kedalaman mencapai 5,7 meter.
Untuk mengantisipasi risiko lanjutan, petugas telah memasang garis pengaman di sekitar area terdampak.
“Pergerakan tanah masih terpantau aktif, sehingga warga dilarang mendekati lokasi demi keselamatan,” kata Alexandra.
Penyebab Sinkhole dan Tanda-Tanda Awal
Adrin menjelaskan, sinkhole umumnya terbentuk akibat rongga besar di bawah permukaan tanah, yang terjadi karena batuan gamping larut oleh aliran air dalam waktu lama. Ketika lapisan penutup tidak lagi mampu menahan beban di atasnya, tanah pun ambles secara tiba-tiba.
Masyarakat diminta mewaspadai sejumlah tanda awal, antara lain:
-
Tanah di area persawahan atau lahan terbuka turun perlahan membentuk cekungan melingkar
-
Aliran sungai atau saluran air yang tiba-tiba menghilang
-
Munculnya air bersih yang mengalir deras dari dalam rumah atau tanah tanpa sebab jelas
Ahli geologi Ade Edward menambahkan, kawasan Nagari Situjuah Batua merupakan daerah batu kapur yang tertutup material hasil erupsi Gunung Sago, sehingga struktur kapurnya tidak tampak di permukaan. Sifat batu kapur yang mudah larut oleh air hujan memicu terbentuknya retakan hingga rongga besar di bawah tanah.
Wilayah Rawan Sinkhole di Indonesia
BRIN mencatat sejumlah wilayah di Indonesia yang berpotensi mengalami sinkhole, antara lain:
-
Kawasan Pegunungan Selatan seperti Wonosari dan Wonogiri
-
Pantura bagian timur, termasuk Tuban dan Gresik
-
Tonasa di Sulawesi Selatan
-
Beberapa wilayah di Papua dan Sumatera yang memiliki sebaran batuan gamping
BRIN menegaskan pentingnya pemetaan geologi detail dan kewaspadaan masyarakat, terutama saat curah hujan tinggi, guna mencegah risiko korban jiwa dan kerugian lebih besar.
