JAKARTA – Bulan Agustus identik dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus.
Berbagai kegiatan seperti upacara bendera, lomba rakyat, hingga pemasangan bendera merah putih menjadi tradisi yang selalu dinantikan masyarakat setiap tahunnya.
Namun, Indonesia bukan satu-satunya negara yang menjadikan Agustus sebagai bulan bersejarah.
Di berbagai belahan dunia, sedikitnya terdapat 13 negara yang juga memperingati hari kemerdekaan atau hari nasional pada bulan yang sama.
Masing-masing negara memiliki latar belakang sejarah, tanggal peringatan, serta tradisi perayaan yang berbeda sesuai perjalanan bangsanya.
Swiss, Negara Pertama yang Merayakan Hari Nasional pada Agustus
Perayaan pertama pada bulan Agustus diawali oleh Swiss yang memperingati Hari Nasional setiap 1 Agustus.
Tanggal tersebut mengenang terbentuknya Konfederasi Swiss pada tahun 1291 melalui Piagam Federal yang menjadi cikal bakal berdirinya negara modern Swiss.
Meskipun bukan kemerdekaan dari penjajahan, hari nasional ini diperingati sebagai tonggak penting persatuan wilayah-wilayah di Swiss.
Masyarakat biasanya merayakannya dengan pesta kembang api, pidato kenegaraan, hingga festival budaya.
Jamaika hingga Pantai Gading
Pada 6 Agustus, Jamaika memperingati kemerdekaannya dari Inggris yang diraih pada tahun 1962.
Perayaan berlangsung meriah melalui parade budaya, pertunjukan musik reggae, hingga festival nasional.
Sehari setelahnya, tepat 7 Agustus, giliran Pantai Gading (Côte d’Ivoire) merayakan hari kemerdekaan dari Prancis pada tahun 1960.
Hari tersebut menjadi simbol lahirnya negara yang berdaulat setelah berakhirnya masa kolonial.
India dan Korea Selatan Berbagi Tanggal yang Sama
Tanggal 15 Agustus menjadi hari bersejarah bagi dua negara di Asia, yakni India dan Korea Selatan.
India memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada 15 Agustus 1947 setelah perjuangan panjang yang dipimpin berbagai tokoh nasional, termasuk Mahatma Gandhi.
Setiap tahun, pemerintah India menggelar upacara kenegaraan di Benteng Merah, New Delhi, yang dihadiri ribuan masyarakat.
Sementara itu, Korea Selatan memperingati Gwangbokjeol, yaitu hari pembebasan dari pendudukan Jepang pada 15 Agustus 1945.
Perayaan tersebut menjadi simbol kembalinya kedaulatan bangsa Korea setelah berakhirnya Perang Dunia II.
Indonesia dan Gabon
Bagi masyarakat Indonesia, 17 Agustus merupakan momentum penting untuk mengenang Proklamasi Kemerdekaan yang dibacakan oleh Soekarno dan Mohammad Hatta pada tahun 1945.
Upacara bendera, perlombaan tradisional, hingga berbagai kegiatan sosial menjadi bagian dari peringatan tahunan di seluruh daerah.
Menariknya, tanggal yang sama juga diperingati oleh Gabon, negara di Afrika Tengah yang meraih kemerdekaan dari Prancis pada 17 Agustus 1960.
Afghanistan dan Hungaria
Selanjutnya, Afghanistan memperingati Hari Kemerdekaan setiap 19 Agustus sebagai penanda berakhirnya kendali Inggris atas urusan luar negeri Afghanistan setelah Perang Inggris-Afghanistan Ketiga pada tahun 1919.
Kemudian pada 20 Agustus, Hungaria merayakan Hari Santo Stefanus (Saint Stephen’s Day).
Meski bukan hari kemerdekaan, tanggal tersebut merupakan hari nasional yang memperingati Raja Stefanus I sebagai pendiri negara Hungaria.
Perayaan diwarnai festival budaya, konser, hingga pertunjukan kembang api di Budapest.
Ukraina, Uruguay, Kirgizstan, dan Malaysia
Rangkaian peringatan berlanjut pada 24 Agustus, saat Ukraina merayakan kemerdekaannya dari Uni Soviet yang diproklamasikan pada tahun 1991.
Hari tersebut memiliki makna yang semakin kuat di tengah berbagai tantangan geopolitik yang dihadapi negara itu.
Sehari berikutnya, 25 Agustus, Uruguay memperingati kemerdekaan dari Brasil yang diresmikan pada tahun 1825 melalui Deklarasi Kemerdekaan.
Kemudian Kirgizstan memperingati hari kemerdekaan pada 31 Agustus, mengenang lepasnya negara tersebut dari Uni Soviet pada tahun 1991.
Di tanggal yang sama, Malaysia juga merayakan Hari Merdeka atau Hari Kebangsaan untuk mengenang kemerdekaan Federasi Malaya dari Inggris pada 31 Agustus 1957.
Perayaan biasanya diisi dengan parade nasional, pertunjukan budaya, serta pengibaran Jalur Gemilang di berbagai wilayah.
Bulan Agustus Sarat Nilai Sejarah
Beragam peringatan tersebut menunjukkan bahwa Agustus menjadi bulan yang memiliki arti penting bagi banyak negara.
Sebagian memperingati kemerdekaan dari penjajahan, sementara lainnya mengenang pembentukan negara atau hari nasional yang menjadi simbol persatuan bangsa.
Meski latar belakang sejarahnya berbeda-beda, seluruh peringatan tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni menghormati perjuangan para pendahulu serta memperkuat rasa persatuan dan identitas nasional.
Indonesia pun menjadi bagian dari deretan negara yang menjadikan Agustus sebagai bulan penuh makna dalam perjalanan sejarah bangsanya.***


