Pemerintah melalui Perum Bulog menyalurkan 42.574 ton beras dan 5,8 juta liter minyak goreng untuk membantu masyarakat terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan pada Senin (29/12/2025).
Bantuan pangan tersebut merupakan respons pemerintah atas rangkaian bencana alam yang melanda ketiga provinsi sejak akhir November 2025. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 25 Desember 2025, bencana tersebut telah menyebabkan lebih dari 1.135 korban jiwa.
Rincian Penyaluran Bantuan Pangan
Saat meninjau Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Zulkifli Hasan memaparkan rincian penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) ke wilayah terdampak.
-
Aceh menerima 14.898 ton beras dan 1,5 juta liter minyak goreng.
-
Sumatera Utara memperoleh alokasi terbesar, yakni 19.766 ton beras dan 3 juta liter minyak goreng.
-
Sumatera Barat mendapatkan 7.900 ton beras dan 1,33 juta liter minyak goreng.
“Pelaksananya adalah Bulog. Saya menerima laporan setiap hari langsung dari Direktur Utama Bulog terkait penyaluran di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ujar Zulkifli Hasan.
Stok Beras Aman, Distribusi Terus Dipercepat
Perum Bulog memastikan ketersediaan stok beras di wilayah Sumatera berada dalam kondisi aman untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyebutkan stok beras di Aceh saat ini mencapai sekitar 97 ribu ton, di Sumatera Utara sekitar 25 ribu ton, dan di Sumatera Barat sekitar 9 ribu ton.
Dalam proses distribusi, Bulog berkoordinasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), serta BNPB. Sinergi ini dilakukan guna mempercepat penyaluran bantuan, terutama ke wilayah-wilayah yang terisolasi dan sulit dijangkau melalui jalur darat.
Untuk memastikan bantuan tiba tepat waktu dan tepat sasaran, Bulog memanfaatkan berbagai moda transportasi, mulai dari pesawat udara, helikopter, hingga kapal laut milik TNI Angkatan Laut. Pemerintah menegaskan distribusi bantuan pangan akan terus dipantau secara intensif demi menjamin kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana terpenuhi.