Pembalap Ferrari, Charles Leclerc, berhasil merebut posisi teratas dalam sesi Latihan Bebas Kedua (FP2) Formula 1 GP Bahrain yang digelar di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, Jumat (2/10/2026). Sesi latihan berjalan sangat sengit dalam menandai kembalinya Sepang ke kalender F1 setelah absen selama sembilan tahun.
Leclerc membukukan catatan waktu terbaik dan unggul tipis 0,099 detik atas pembalap muda Red Bull Racing, Isack Hadjar, yang menempel ketat di posisi kedua.
Meski tampil mengesankan usai menempati urutan ketiga di FP1 dan kedua di FP2, Hadjar dipastikan bakal menerima penalti hukuman grid turun lima posisi pada balapan hari Minggu akibat alokasi pemakaian komponen mesin yang melebihi batas. Ia menjadi satu dari tiga pembalap yang terkena sanksi penalti grid akhir pekan ini.
Tensi Papan Atas: Norris Menguntit, Verstappen Tahan Strategi
Juara dunia bertahan dari tim McLaren, Lando Norris, mengamankan posisi ketiga dengan selisih waktu hanya 0,137 detik dari Leclerc. Sementara itu, pemuncak FP1 Max Verstappen harus puas berada di urutan keempat dengan selisih 0,257 detik. Kendati demikian, Verstappen tidak menggunakan kompon ban lunak (soft tyre) saat melakukan simulasi kualifikasi.
Di kubu Ferrari lainnya, Lewis Hamilton mengunci posisi keenam setelah terpaut lebih dari 0,3 detik dari rekan setimnya. Nasib nahas berpotensi menimpa pembalap veteran tersebut lantaran dirinya harus berurusan dengan stewards atas dugaan menghalangi (impeding) pembalap Audi, Gabriel Bortoleto.
Upgrade Mercedes Belum Unjuk Gigi & Masalah Teknis Audi
Performa mengejutkan justru diperlihatkan tim Mercedes. Meski membawa paket upgrade besar-besaran pada sasis W17, dua pembalap mereka—George Russell (posisi 7) dan pemuncak klasemen Andrea Kimi Antonelli (posisi 8)—tertinggal hingga setengah detik dari kecepatan puncak Leclerc.
Pembalap Racing Bulls, Liam Lawson, serta Pierre Gasly dari Alpine melengkapi barisan sepuluh besar. Di penghujung sesi, Bortoleto terpaksa memarkirkan mobil Audi miliknya di tepi lintasan akibat dugaan kendala pada gearbox, di tengah cuaca Sepang yang tetap kering meski sempat diprediksi diguyur hujan.
Sensasi GP Bahrain di Bumi Malaysia
Sebagaimana diketahui, GP Bahrain edisi 2026 ini secara khusus dihelat di Malaysia sebagai bentuk solusi atas pembatalan seri Bahrain dan Arab Saudi di awal tahun akibat konflik bersenjata di Timur Tengah.
Lewat kesepakatan antara F1, FIA, serta Pemerintah Malaysia dan Bahrain, balapan resmi diselenggarakan di Sepang dengan pendanaan serta sponsor utama dari maskapai nasional Gulf Air. Uniknya, seluruh atmosfer budaya Bahrain tetap dihadirkan secara penuh—termasuk tradisi penyerahan trofi khas Bahrain serta selebrasi podium yang menggunakan rosewater (air mawar) sebagai pengganti sampanye.