JAKARTA– Harapan Indonesia China Open 2025 untuk sektor ganda putra kembali bertumpu pada bahu Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri.
Fajar/Fikri dijadwalkan menghadapi tantangan berat saat bentrok dengan pasangan unggulan, peringkat pertama dunia BWF asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae.
Laga babak perempat final BWF Super 1000 ini berlangsung Jumat malam, 25 Juli 2025 di Olympic Sports Center, Changzhou.
Laga ini tak sekadar menjadi pertarungan menuju semifinal, melainkan juga pembuktian kesiapan Fajar/Fikri dalam menghadapi pasangan yang kini berada di puncak dunia ranking BWF.
Kim/Seo baru saja dinobatkan menjadi ganda putra nomor satu dunia BWF, berkat performa stabil dan teknik permainan rapat nan efisien yang sulit ditembus lawan.
Menghadapi kenyataan itu, Shohibul Fikri menyadari bahwa mereka tak boleh melakukan kesalahan sekecil apapun.
Baginya, kunci utama adalah tetap fokus sepanjang laga dan tidak memberi ruang sedikit pun bagi pasangan Korea tersebut.
“Melawan Kim Won Ho/Seo Seung Jae, tentunya tidak mudah, kami tidak boleh lengah sedikitpun,” kata Fikri dalam keterangan PBSI, Jumat (25/7/2025).
“Kehilangan satu poin akan sangat berharga ketika berhadapan dengan mereka karena pasangan ini punya permainan yang rapat, sulit untuk dimatikan. Kami mau fokus saja dengan persiapan dan permainan kami,” sambungnya.
Sejalan dengan rekan duetnya, Fajar juga menekankan pentingnya tampil maksimal sejak awal laga.
Ia menilai motivasi Kim/Seo sedang tinggi-tingginya setelah menempati peringkat satu dunia.
Karenanya, kemenangan menjadi target realistis sekaligus bentuk penegasan bahwa Fajar/Fikri masih bisa bersaing di level elite turnamen BWF Super 1000.
“Semoga besok (hari ini) bisa memberikan permainan optimal melawan Kim/Seo yang sedang dalam motivasi tinggi.”
“Mereka baru naik ke peringkat satu dunia dan pasti berniat untuk menyapu bersih gelar Super 1000,” tutur Fajar.
Di babak sebelumnya, Fajar/Fikri tampil solid saat menyingkirkan sesama wakil Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani.
Kemenangan straight game 21-8, 21-13 menunjukkan peningkatan performa dan kesiapan teknik mereka dalam menatap laga krusial selanjutnya.
Kini, seluruh mata tertuju pada apakah strategi racikan pelatih Pelatnas PBSI mampu meredam dominasi pasangan Korea tersebut.
Apakah Fajar/Fikri bisa membalikkan keadaan dan menjadi batu sandungan pertama bagi Kim/Seo pasca jadi ganda putra nomor satu dunia?***