BEIJING, CHINA – Pemerintah China menegaskan bahwa Gaza adalah hak mutlak rakyat Palestina dan mendesak penghentian kekerasan segera serta pembentukan pemerintahan baru di wilayah tersebut.
Pernyataan ini disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, sebagai upaya mendorong rekonsiliasi internal Palestina dan menciptakan perdamaian berkelanjutan di tengah eskalasi konflik Timur Tengah yang semakin memanas.
Dalam konferensi pers rutin pada Senin (22/9/2025), Guo Jiakun menekankan pentingnya mengakui kedaulatan Palestina atas Gaza sebagai bagian integral dari teritori mereka.
Pernyataan ini muncul di saat situasi kemanusiaan di Gaza semakin memburuk akibat pertempuran berkepanjangan antara Hamas dan Israel, yang telah menewaskan ribuan nyawa dan memicu krisis pengungsi massal.
“Gaza adalah milik rakyat Palestina, dan merupakan bagian tak terpisahkan dari wilayah Palestina,” ujar Guo Jiakun, seperti dikutip dari pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri China.
China, sebagai salah satu pemangku kepentingan global di forum internasional seperti PBB, mendorong implementasi prinsip “Palestina untuk orang Palestina”.
Hal ini mencakup jaminan hak nasional yang sah dalam struktur pemerintahan pasca-konflik, serta rekonstruksi wilayah yang hancur. Guo juga menyoroti urgensi solusi dua negara sebagai jalan keluar terbaik untuk menyelesaikan sengketa panjang ini.
“Prinsip bahwa Palestina harus diperintah oleh orang Palestina sendiri harus diterapkan, dan hak-hak nasional Palestina yang sah harus dijamin dalam pengaturan pemerintahan, dan rekonstruksi pasca-konflik, solusi dua negara harus ditegakkan,” tambahnya.
Lebih lanjut, juru bicara itu mengkritik lambatnya upaya diplomatik global dan menekankan peran negara-negara berpengaruh, khususnya yang memiliki hubungan erat dengan Israel, untuk bertindak lebih bertanggung jawab.
China sendiri berkomitmen penuh untuk berkolaborasi dengan komunitas internasional guna mencapai gencatan senjata komprehensif.
“Tiongkok berpandangan bahwa, mengingat keadaan saat ini, gencatan senjata komprehensif di Gaza harus diwujudkan dan bencana kemanusiaan harus diatasi dengan urgensi maksimal. Negara yang memiliki pengaruh khusus terhadap Israel perlu meningkatkan tanggung jawab mereka,” tegas Guo.
Posisi China ini sejalan dengan dukungannya yang konsisten terhadap perjuangan Palestina sejak lama. “(China) tetap berkomitmen pada gencatan senjata di Gaza, dengan tegas mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk mendapatkan kembali hak-hak nasional mereka yang sah,” pungkas Guo.
Pernyataan ini diharapkan dapat memperkuat tekanan diplomatik di forum global, termasuk Sidang Umum PBB yang sedang berlangsung.
Para pengamat internasional menilai, suara China bisa menjadi katalisator bagi negosiasi baru, meski tantangan geopolitik tetap rumit. Hingga kini, belum ada respons resmi dari pihak Israel atau Hamas terkait pernyataan Beijing.
