Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (DIM) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Rua Al Madinah Holding, perusahaan di bawah naungan Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi. Kerja sama ini difokuskan pada penjajakan peluang investasi dalam pengembangan proyek Rua Al Madinah dan Dar Al Hijrah di Madinah.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ekosistem layanan jemaah haji dan umrah Indonesia, sekaligus memastikan kesiapan infrastruktur yang terintegrasi dan berstandar global.
Penandatanganan MoU dilakukan dalam rangkaian PIF Private Sector Forum 2026 yang berlangsung pada 9–10 Februari di Riyadh. Forum tahunan keempat ini dihadiri lebih dari 12.000 peserta dari sektor swasta, melibatkan lebih dari 120 perusahaan portofolio PIF serta 18 entitas pemerintah Arab Saudi.
Fondasi Layanan Haji Lintas Generasi
Managing Director Finance DIM, Djamal Attamimi, menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar proyek investasi, melainkan bagian dari agenda strategis nasional.
“Kerja sama dengan Rua Al Madinah Holding menjadi bagian penting dari upaya kami membangun fondasi layanan haji jangka panjang. Ini bukan sekadar proyek, tetapi sebuah national endeavor untuk memastikan kualitas layanan jemaah Indonesia terus meningkat, terintegrasi, dan berkelanjutan lintas generasi,” ujar Djamal dalam keterangan resmi di Jakarta.
Ia menambahkan, pengembangan kompleks haji ke depan diarahkan sebagai ekosistem layanan terpadu yang mencakup fasilitas ibadah, layanan kesehatan, perlindungan dan pendampingan jemaah, hingga dukungan operasional yang komprehensif. Seluruh perencanaan tersebut menempatkan jemaah sebagai pusat dari setiap pengembangan.
Sambutan Positif dari Pihak Saudi
Chairman Rua Al Madinah Holding, Naif Al Hamdan, menyambut baik penandatanganan MoU tersebut. Ia menilai kolaborasi ini mencerminkan komitmen untuk memperkuat kemitraan strategis lintas negara.
“Penandatanganan MoU di forum ini mencerminkan komitmen kami untuk memperkuat kemitraan strategis dan membuka peluang investasi bagi sektor swasta domestik, regional, maupun global,” ujarnya.
Sementara itu, CEO Rua Al Madinah Holding, Ahmed Al Juhani, menyebut kerja sama dengan Danantara sebagai langkah penting untuk memperluas kemitraan investasi dan mengeksplorasi peluang kolaborasi baru di sektor pengembangan kawasan.
Rua Al Madinah sendiri merupakan proyek pengembangan real estate besar di Madinah yang diluncurkan oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman pada 2022. Proyek ini ditargetkan mampu menampung hingga 30 juta jemaah umrah pada 2030, dengan pembangunan sekitar 47.000 kamar hotel sebagai bagian dari ekspansi infrastruktur perhotelan dan layanan pendukung.
Bagian dari Strategi Besar Transformasi Layanan Haji
Kerja sama ini melengkapi langkah strategis Danantara dalam memperkuat infrastruktur layanan haji Indonesia di Arab Saudi. Sebelumnya, pada Desember 2025, Danantara telah mengakuisisi aset hotel di kawasan Thakher, Makkah, dengan kapasitas 1.461 kamar yang tersebar di tiga tower.
Selain itu, proyek Kampung Haji Indonesia di Makkah juga ditargetkan mulai dibangun pada kuartal IV 2026 dengan nilai investasi mencapai Rp 20 triliun.
Sebagai salah satu kontributor jemaah haji dan umrah terbesar di dunia, Indonesia mengirimkan lebih dari dua juta jemaah umrah setiap tahun serta lebih dari 200.000 jemaah haji secara konsisten.
Melalui kemitraan strategis ini, Danantara mempertegas perannya dalam memastikan bahwa besarnya jumlah jemaah Indonesia sejalan dengan kualitas layanan, infrastruktur yang memadai, serta ekosistem pendukung yang berkelanjutan di Tanah Suci.
