Danone secara signifikan memperluas penarikan susu formula bayi di berbagai negara Eropa pada pekan ini, menyusul penetapan batas keamanan baru untuk toksin cereulide oleh otoritas Uni Eropa. Langkah ini diambil di tengah penyelidikan 36 kasus dugaan keracunan bayi di Inggris, serta penyelidikan terpisah di Swiss terkait bayi yang menunjukkan gejala serupa.
Perusahaan makanan raksasa asal Prancis tersebut mulai menarik ratusan batch produk dari sejumlah merek ternama—Aptamil, Cow & Gate, Nutrilon, Milumil, Gallia, dan Bledina—dari peredaran di Inggris, Irlandia, Belanda, Austria, Jerman, Prancis, dan Swiss pada 5–6 Februari. Menurut laporan AFP, penarikan juga tengah berlangsung di Rumania, Hungaria, dan Polandia.
Perluasan penarikan ini menyusul publikasi Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) pada 2 Februari, yang menetapkan ambang batas keamanan baru untuk cereulide—toksin yang dihasilkan bakteri Bacillus cereus—dalam produk bayi.
Puluhan Bayi Dilaporkan Sakit
Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) mengonfirmasi menerima 36 notifikasi klinis yang melibatkan bayi yang mengonsumsi susu formula dari batch yang ditarik. Para bayi tersebut mengalami gejala yang konsisten dengan paparan cereulide, seperti muntah dan diare.
Rinciannya meliputi 24 kasus di Inggris, tujuh di Skotlandia, tiga di Wales, satu di Irlandia Utara, serta satu dari Dependensi Mahkota. Otoritas menyatakan tidak ada bayi yang berada dalam kondisi serius.
Di Swiss, otoritas kesehatan mengumumkan tengah menyelidiki beberapa laporan bayi dengan gejala serupa, dengan hasil awal investigasi diperkirakan keluar pada akhir pekan ini. Sementara itu di Belanda, orang tua dari lebih dari 30 bayi melaporkan anak mereka jatuh sakit setelah mengonsumsi susu formula Nutrilon, meski kaitan langsung masih dalam proses verifikasi.
Kasus cereulide kedua juga telah dikonfirmasi di Belgia, setelah seorang bayi jatuh sakit akibat susu formula yang terkontaminasi pada Januari lalu.
Rantai Pasokan Jadi Sorotan
Investigasi mengarah pada minyak asam arakidonat (ARA) sebagai sumber kontaminasi, yang dipasok oleh Cabio Biotech Wuhan Co., perusahaan asal China dan salah satu produsen ARA terbesar di dunia. ARA merupakan asam lemak yang lazim ditambahkan ke susu formula bayi premium.
Danone dan Nestlé telah menyatakan tidak lagi menggunakan bahan baku dari pemasok terkait. Penetapan standar baru oleh EFSA kini menetapkan dosis referensi akut cereulide sebesar 0,014 mikrogram per kilogram berat badan bayi.
Artinya, kadar di atas 0,054 mikrogram per liter pada susu formula bayi yang telah dilarutkan dianggap berisiko. Sebelumnya, tidak ada ambang batas regulasi khusus untuk cereulide pada susu formula bayi di banyak negara.
Tekanan Finansial Membengkak
Penarikan produk berskala besar ini diperkirakan berdampak signifikan pada kinerja keuangan Danone. Harga saham perusahaan sempat melemah setiap kali pengumuman penarikan diperluas. Analis Bloomberg Intelligence, Duncan Fox, memperkirakan biaya total penarikan bisa mencapai €300 juta, jauh di atas estimasi awal sebesar €50 juta. Segmen susu formula bayi menyumbang sekitar 21 persen dari total pendapatan Danone.
Dalam pernyataan resminya, Danone menyebut penarikan dilakukan sebagai langkah pencegahan, disertai penerapan kontrol tambahan terhadap bahan baku. Perusahaan menegaskan bahwa mereka “tidak pernah berkompromi terhadap keamanan pangan”.
Sementara itu, penyidik di Prancis juga tengah menelusuri kemungkinan keterkaitan antara dua kematian bayi dengan susu formula Nestlé Guigoz yang ditarik sebelumnya, dengan hasil investigasi diharapkan diumumkan dalam beberapa hari ke depan.
