Perusahaan makanan asal Prancis, Danone, menarik setidaknya tiga batch susu formula bayi Aptamil dari peredaran di Jerman. Langkah ini diambil setelah muncul kekhawatiran luas terkait dugaan kontaminasi racun cereulide, yang juga menyeret sejumlah produsen nutrisi bayi besar lainnya di berbagai negara.
Informasi penarikan ini terungkap melalui surat internal Danone Deutschland kepada distributor Alliance Healthcare tertanggal 26 Januari. Dalam surat tersebut, Danone meminta penarikan batch Aptamil yang diproduksi antara Mei hingga Agustus 2025. Perusahaan menyebut kemungkinan stok di distributor sudah sangat terbatas, karena pengiriman produk baru telah dilakukan setelah periode tersebut.
Kasus ini menjadi bagian dari penarikan produk berskala global yang telah berdampak pada lebih dari 60 negara. Sebelumnya, penarikan serupa dilakukan oleh Nestlé, dan kini meluas ke produsen Prancis lain seperti Lactalis dan Vitagermine. Secara keseluruhan, kerugian industri diperkirakan bisa melampaui 1 miliar dolar AS.
Dampak finansial pun mulai terasa. Saham Danone tercatat turun hampir 13% dalam dua minggu terakhir, sementara analis Barclays memperkirakan Nestlé berpotensi menanggung kerugian hingga 1 miliar franc Swiss dalam skenario terburuk.
Racun Cereulide Jadi Sorotan
Kontaminasi ini ditelusuri berasal dari minyak asam arakidonat yang diproduksi di Tiongkok—bahan penting dalam susu formula bayi premium. Minyak tersebut diduga terkontaminasi cereulide, racun yang dihasilkan oleh bakteri Bacillus cereus.
Cereulide dikenal dapat menyebabkan mual, muntah mendadak, dan sakit perut, dengan gejala yang muncul dalam waktu 30 menit hingga enam jam setelah dikonsumsi. Otoritas Jerman menyatakan bahwa penarikan resmi hanya dapat diumumkan setelah dipastikan produk tersebut telah sampai ke tangan konsumen.
Gugatan Hukum dan Investigasi Kematian Bayi
Di Prancis, kelompok perlindungan konsumen Foodwatch mengajukan pengaduan pidana atas nama delapan keluarga yang bayinya diduga jatuh sakit setelah mengonsumsi susu formula terkontaminasi. Mereka menilai perusahaan-perusahaan terkait terlalu lambat memberikan peringatan kepada publik. Sejumlah orang tua lain dilaporkan tengah bersiap untuk bergabung dalam gugatan tersebut.
Sementara itu, penyelidikan terpisah juga dilakukan terkait kemungkinan hubungan antara kematian dua bayi dengan susu formula yang ditarik dari peredaran. Meski demikian, hingga kini belum ada bukti sebab-akibat yang dikonfirmasi secara resmi. Salah satu bayi yang meninggal diketahui mengonsumsi susu bubuk Guigoz produksi Nestlé.
Uni Eropa Siapkan Standar Keamanan Baru
Menanggapi situasi ini, Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) tengah menyusun panduan ilmiah untuk menetapkan ambang batas kontaminasi cereulide, termasuk dosis aman bagi bayi. Panduan tersebut dijadwalkan terbit pada awal Februari 2026.
Danone menegaskan bahwa mereka meyakini produk-produknya aman dan telah mematuhi seluruh regulasi keamanan pangan yang berlaku, sembari menyatakan komitmen untuk terus bekerja sama dengan otoritas terkait.
