Pekan ini, media sosial dan berita nasional diramaikan oleh isu-isu yang mencuri perhatian, mulai dari kontroversi sepele yang berujung pemecatan hingga bencana alam mematikan di Sumatera. Dari kasus tumbler hilang di KRL yang viral jadi “Anita Tumbler” hingga pencopotan Gus Yahya dari PBNU.
- 1. Kasus Tumbler Hilang di KRL: Dari Curhatan Threads Jadi Drama Pemecatan
- 2. Banjir & Longsor Dahsyat Aceh-Sumut-Sumbar: 174 Tewas, Ribuan Mengungsi, Status Darurat Berlaku
- 3. Tragedi Ibu Hamil Papua: Irene Sokoy Meninggal Usai Ditolak 4 RS, Prabowo Perintahkan Audit Total
- 4. Kisruh PBNU: Gus Yahya Dicopot Ketum, Rotasi Jabatan & Demo Pendukung
- 5. Kasus Pilu Alvaro: Bocah 6 Tahun Hilang 8 Bulan Ditemukan Tinggal Kerangka, Ayah Tiri Bunuh Diri
Berikut ringkasan singkat berita trending berdasarkan laporan terkini dari berbagai sumber.
1. Kasus Tumbler Hilang di KRL: Dari Curhatan Threads Jadi Drama Pemecatan
Kasus ini meledak setelah Anita Dewi (@anitadewi) curhat di Threads soal cooler bag tertinggal di KRL rute Tanah Abang-Rangkasbitung pada 24 November 2025. Saat diambil di Stasiun Rangkasbitung, tumbler Tuku senilai Rp300 ribu hilang, picu tuduhan ke petugas Argi Budiansyah (baru kerja 3 bulan).
Argi rekam video nangis minta maaf, tawarkan ganti via Shopee, tapi isu pemecatan beredar. KAI Commuter bantah pemecatan, tapi mediasi di Stasiun Gondangdia (27 November) hasilkan kesepakatan: Anita & suami Alvin minta maaf via video, Argi dievaluasi tapi tak dipecat.
2. Banjir & Longsor Dahsyat Aceh-Sumut-Sumbar: 174 Tewas, Ribuan Mengungsi, Status Darurat Berlaku
Cuaca ekstrem akibat Siklon Tropis KOTO & Bibit 95B (kini Siklon Senyar) picu banjir bandang & longsor sejak 21 November, tewaskan 174 jiwa (Aceh 62, Sumut 104, Sumbar 8), 88 hilang, & ribuan mengungsi. Aceh darurat 14 hari, 16 kab/kota terdampak (Pidie Jaya, Aceh Utara, dll), jalur Sumut-Aceh putus di Meureudu.
Di Sumut 15 kab/kota banjir (Tapanuli Selatan 9 tewas, 2.851 mengungsi; Langkat 10 kecamatan terendam, jembatan Titi Cempedak roboh).
Di Sumbar: Agam & Padang Pariaman longsor, 8 tewas. BNPB kerahkan Brimob, helikopter, & Rp5 miliar bantuan. Gubernur Bobby Nasution instruksikan evakuasi. BMKG peringatkan hujan ekstrem hingga 3 Des, gelombang 4 meter di Selat Malaka.
3. Tragedi Ibu Hamil Papua: Irene Sokoy Meninggal Usai Ditolak 4 RS, Prabowo Perintahkan Audit Total
Irene Sokoy (28), ibu hamil 9 bulan dari Sentani, Jayapura, tewas beserta bayi (Yosua, 38 minggu) pada 17 November 2025 pukul 05.00 WIT setelah ditolak 4 RS: RSUD Yowari (tak ada dokter kandungan), RS Dian Harapan, RSUD Abepura (penuh), & RS Bhayangkara (tak ada spesialis)—perjalanan 8 jam naik ojek online tanpa ambulans.
Suami Dominggus Sowada (30) cerita: “Dia kesakitan, tapi tak ada yang tangani.” Gubernur Mathius Fakhiri minta maaf, sebut “pelayanan bobrok”. Keluarga korban tuntut Rp500 juta ganti rugi. Prabowo perintahkan audit total via Mendagri Tito Karnavian. Kemenkes kirim tim investigasi ungkap SOP tak dilaksanakan, ancam pidana. Puan Maharani prihatin, minta evaluasi 3T. Komisi IX tuntut sanksi RS.
4. Kisruh PBNU: Gus Yahya Dicopot Ketum, Rotasi Jabatan & Demo Pendukung
Syuriyah PBNU copot Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) sebagai Ketum via Surat Edaran No. 4785, efektif 26 Nov pukul 00.45 WIB, karena undang Peter Berkowitz (akademikus pro-Israel) ke diskusi Oktober—langgar fatwa anti-normalisasi.
Gus Yahya tolak, sebut surat “draf tidak sah” & cacat prosedur, Tanfidziyah dukung dia, Syuriyah klaim mayoritas ulama setuju.
Rais Aam Miftachul Ahyar jadi Plt. Charles Taylor (penasihat Gus Yahya) ikut dicopot. Gus Yahya rombak Tanfidziyah dan copot Gus Ipul dari Sekjen, ganti Amin Said Husni. Gus Yahya juga rotasi 5 jabatan lain.
5. Kasus Pilu Alvaro: Bocah 6 Tahun Hilang 8 Bulan Ditemukan Tinggal Kerangka, Ayah Tiri Bunuh Diri
Alvaro Kiano Nugroho (6) hilang 6 Maret 2025 di Masjid Jami Al Muflihun, Pesanggrahan, Jaksel. Ia ditemukan tinggal kerangka di Jembatan Cilalay, Tenjo, Bogor, 23 November. Pelaku ayah tiri Alex Iskandar (49) culik dengan dalih “beli mainan”, bekap Alvaro hingga tewas. Motif Alex adalah cemburu istri selingkuh. Alex simpan jasad di garasi 3 hari lalu dibuang ke Bogor.
Penemuan Alvaro terbongkar dari rekaman curhat keponakan Alex (siswa SMA) ke Muhammad Reza (saksi kunci, laporkan ke polisi 19 Nov). Alex ditangkap 21 Nov, akui perbuatan, tapi gantung diri di ruang konseling Polres Jaksel pada 24 Nov.
Penyisiran ulang TKP temukan 5 tulang baru, termasuk rahang anak. Prarekonstruksi 27 Nov ungkap kekerasan berulang. Ibu Arum (bekerja di Malaysia) berterima kasih polisi. Kakek Alvaro yaitu Tugimin tuntut Rp1 miliar pada keluarga pelaku.