Manajemen JKT48 baru saja merilis pengumuman penting melalui akun resmi mereka di platform X (sebelumnya Twitter), menanggapi maraknya penyalahgunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang merugikan anggota grup idola tersebut.
Pengumuman ini dikeluarkan pada 4 Januari 2026 dan langsung mendapat respons positif dari para penggemar, dengan lebih dari 28.000 like, 9.000 repost, dan jutaan views dalam waktu singkat.
Dalam pengumuman yang disampaikan oleh JKT48 Operation Team, mereka menegaskan komitmen penuh untuk menjaga keamanan, kehormatan, dan kenyamanan para member dalam menjalankan seluruh aktivitasnya.
“JKT48 merupakan rumah bagi para member dan fans untuk tumbuh bersama,” tulis mereka di awal pernyataan.
Pengumuman ini secara khusus membahas laporan-laporan yang masuk terkait penggunaan AI untuk menciptakan konten yang merugikan nama baik member, seperti deepfake atau undangan yang melanggar peraturan undang-undang.
Manajemen menjelaskan bahwa mereka telah menerima berbagai laporan mengenai penyalahgunaan teknologi AI. Konten-konten tersebut berpotensi menunjukkan unsur pencemaran nama baik, penganiayaan, atau penghinaan terhadap member.
“Penyalahgunaan ini telah menimbulkan kerugian bagi member terdampak, dan setelah berkomunikasi secara intensif dengan mereka, kami memutuskan untuk segera mengambil langkah tegas,” lanjut pernyataan tersebut.
Mereka juga menghimbau kepada seluruh pihak yang terlibat untuk segera menghentikan dan menghapus konten semacam itu secara permanen.
Pengumuman ini juga menyertakan panduan bagi para member dan fans. Jika dalam waktu 2×24 jam setelah pengumuman diterbitkan masih ada konten serupa yang beredar, manajemen meminta untuk melindungi member dengan mendukung keputusan mereka dalam menempuh jalur hukum.
“JKT48 Operation Team akan memfasilitasi bantuan dari Penasehat Hukum untuk mendampingi serta memulai proses hukum ini hingga tuntas,” tegas mereka.
Lebih lanjut, manajemen merinci jenis pelanggaran hukum yang dapat mencakup tindakan ini, antara lain:
- Pembuatan konten pornografi berbasis AI yang menampilkan wajah atau identitas anggota.
- Penyebaran, distribusi, maupun promosi konten tersebut.
- Komentar atau unggahan yang mendukung, menyebarkan, atau mengeksploitasi materi tersebut.
Pengumuman ditutup dengan ajakan untuk bersama-sama menjaga lingkungan yang positif dan saling menghargai di sekitar JKT48.
“Terima kasih atas dukungan kalian yang senantiasa menjaga JKT48 hingga saat ini,” pungkas JKT48 Operation Team.
Latar belakang pengumuman ini tak lepas dari tren global di mana teknologi AI semakin mudah diakses, termasuk untuk menciptakan deepfake yang sering kali menargetkan figur publik seperti idola.
JKT48, sebagai grup idola saudari dari AKB48 Jepang yang debut di Indonesia sejak 2011, telah lama menjadi target konten tidak pantas di media sosial. Kasus serupa pernah dialami oleh grup idola lain di Asia, di mana deepfake AI menyebabkan kerugian emosional dan reputasi bagi para artis.
