JATENG – Pasangan suami istri (pasutri) asal Sleman dengan inisial ER (32) dan IM (28) ditemukan tewas di dalam mobil yang terparkir di Jalan Raya Jogja-Magelang, kawasan Krakitan, Salam, Kabupaten Magelang. Korban diduga meninggal akibat keracunan dari AC mobil.
Berikut fakta menarik kejadian
1.Dikira Pelanggan Pecel Lele
Mobil Hyundai hitam bernomor polisi AB 1003 NQ pertama kali menarik perhatian warga sekitar karena terparkir sejak pukul 18.00 WIB hingga malam hari dengan kondisi lampu menyala. Warga sempat mengira mobil tersebut milik pelanggan warung pecel lele di lokasi.
“Hingga pukul 23.30 WIB, posisi mobil masih sama. Mesin mati, tapi lampu hidup. Warga curiga dan membuka pintu depan sebelah kiri. Mereka menemukan korban perempuan rebahan di paha kiri korban laki-laki, sementara korban laki-laki menindih di atasnya.” kata Kasat Reskrim Polresta Magelang, AKP La Ode Arwansyah.
2. Kondisi Korban Saat Ditemukan
Saat polisi tiba, kedua korban sudah mengalami kaku mayat. Dari mulut korban laki-laki terlihat lendir yang diduga bekas muntahan. Korban perempuan juga diduga mengeluarkan sisa muntahan. Keduanya masih terpasang sabuk pengaman.
3.Korban Warga Sleman yang Sedang Hamil
Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui pasutri tersebut merupakan warga Tridadi, Sleman. La Ode Arwansyah membenarkan bahwa korban perempuan tengah hamil 7 bulan. “Itu suami istri. Istrinya hamil 7 bulan,” ujarnya.
4.Diduga Keracunan AC Mobil
Kerabat korban, Budi Prakosa, yang juga menjabat sebagai Dukuh Pangukan, menyebut bahwa korban diduga meninggal karena keracunan AC mobil. “Laporan terakhir yang kami terima adalah keracunan AC mobil,” kata Budi.
Keluarga memutuskan untuk tidak melakukan autopsi. Jenazah kedua korban telah dimakamkan pada pukul 13.30 WIB.
5. Korban Hendak Nyadran ke Magelang
Menurut Budi, pasutri tersebut berangkat ke Magelang untuk nyadran (ziarah) ke makam kakek neneknya pada Senin (17/2) sore. Namun, dalam perjalanan, mereka tidak bisa dihubungi.
“Ibunya sudah sampai duluan. Mereka dihubungi via WA dan telepon, tapi tidak diangkat. Sekitar pukul 22.00 WIB, kami mendapat kabar tentang penemuan jenazah,” ujar Budi.
6. Sampel Muntahan Dikirim ke Labfor
Penyidik Polresta Magelang telah mengirimkan sampel sisa muntahan korban ke laboratorium forensik (labfor) untuk pemeriksaan lebih lanjut. La Ode Arwansyah menjelaskan, “Didapat tanda-tanda keracunan, tapi kami belum bisa memastikan penyebabnya. Sampel muntahan sudah diamankan dan akan diperiksa di labfor untuk mencari titik terang penyebab kematian.”
7. Belum Ada Kesimpulan Pasti
Hingga saat ini, penyebab kematian korban masih dalam penyelidikan. “Kami belum bisa menyimpulkan apa penyebab kematiannya sampai ada hasil dari labfor,” tegas La Ode.
Kasus tewasnya pasutri asal Sleman ini masih menyisakan banyak pertanyaan. Dugaan keracunan AC mobil menjadi sorotan utama, namun hasil labfor masih dinantikan untuk memastikan penyebab kematian. Tragedi ini juga menyedihkan mengingat korban perempuan sedang mengandung 7 bulan.
Dengan fakta-fakta yang terungkap, kasus ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya di dalam kendaraan, terutama terkait sistem AC.
