JAKARTA – Manchester United (MU) dipastikan akan menjadi bintang utama dalam musim terbaru serial dokumenter All or Nothing produksi Amazon Prime Video setelah klub raksasa Inggris itu mencapai kesepakatan bernilai fantastis yang diperkirakan memecahkan rekor untuk proyek dokumenter sepak bola sejenis.
Kesepakatan tersebut membuat Manchester United menerima bayaran delapan digit dalam mata uang poundsterling, dengan nilai yang dilaporkan melampaui £10 juta atau sekitar Rp221 miliar (kurs Rp22.100 per poundsterling), jumlah yang lebih besar dibandingkan klub-klub Liga Inggris yang pernah terlibat dalam serial tersebut.
Proses pengambilan gambar dijadwalkan dimulai sejak pramusim 2026 dan akan mengikuti perjalanan Manchester United sepanjang musim sebelum ditayangkan secara global pada musim panas 2027.
Manchester United Ikuti Jejak Rival Liga Inggris
Sebelumnya, sejumlah klub elite Liga Inggris seperti Arsenal, Tottenham Hotspur, dan Manchester City telah lebih dulu menjadi subjek serial All or Nothing.
Ketiga klub tersebut diketahui menerima bayaran sekitar £10 juta atau setara Rp221 miliar, namun nilai yang diterima Manchester United disebut lebih tinggi sehingga menjadi rekor baru dalam industri dokumenter olahraga.
Amazon: Manchester United Adalah Fenomena Global
Kepala Film dan Program Non-Skenario Prime Video Inggris dan Eropa Utara, Tara Erer, menilai Manchester United memiliki daya tarik yang melampaui batas sepak bola.
“Manchester United bukan sekadar klub sepak bola, melainkan fenomena global yang memiliki sejarah, gairah, dan basis penggemar luar biasa di seluruh dunia,” ungkap Tara Erer seperti dikutip City AM, Selasa (16/6/2026).
Ia menegaskan bahwa kisah klub yang bermarkas di Old Trafford tersebut merupakan cerita yang layak diangkat karena memiliki pengaruh besar di dunia olahraga internasional.
“Tidak ada klub lain yang menghadirkan tingkat antusiasme, sejarah, dan obsesi seperti Manchester United, sehingga kami sangat antusias membagikan kisah mereka kepada penonton di berbagai negara.”
Momentum Kebangkitan Setan Merah
Keputusan membuka akses kepada kamera dokumenter datang pada saat yang dianggap ideal oleh manajemen klub.
Manchester United memasuki musim 2026-2027 dengan optimisme baru setelah menunjukkan performa menjanjikan pada akhir musim sebelumnya di bawah arahan pelatih baru, Michael Carrick.
Keberhasilan mengamankan tiket ke kompetisi Liga Champions juga menjadi salah satu faktor yang memperkuat keyakinan klub untuk membagikan perjalanan mereka kepada publik.
Alasan Manchester United Akhirnya Menerima Tawaran
Dalam beberapa tahun terakhir, Manchester United beberapa kali menolak proposal pembuatan dokumenter serupa.
Namun, Chief Communications Officer Manchester United, Toby Craig, menyebut saat ini merupakan waktu yang tepat untuk memperlihatkan kehidupan internal klub kepada dunia.
“Sekarang adalah saat yang tepat untuk membuka pintu klub dan memperlihatkan apa yang membuat Manchester United begitu istimewa.”
Menurutnya, dokumenter tersebut akan menampilkan budaya kerja, ambisi, serta sosok-sosok penting di balik operasional harian klub, mulai dari atmosfer legendaris di Old Trafford hingga aktivitas yang berlangsung di pusat latihan Carrington.
“Kami ingin membagikan kisah-kisah menarik dari klub bersejarah ini kepada para penggemar lama maupun audiens baru di seluruh dunia saat kami bersaing di level tertinggi, baik di kompetisi domestik maupun Liga Champions.”
Dokumenter yang Dinanti Penggemar Global
Serial All or Nothing edisi Manchester United diperkirakan menjadi salah satu tayangan olahraga paling dinanti dalam beberapa tahun ke depan mengingat besarnya basis pendukung klub yang tersebar di berbagai belahan dunia.
Dengan akses eksklusif ke ruang ganti, sesi latihan, hingga aktivitas di balik layar, dokumenter ini berpotensi memberikan gambaran yang belum pernah terlihat sebelumnya mengenai kehidupan sehari-hari salah satu klub sepak bola paling populer di dunia.***