JAKARTA – Persik Kediri kembali menunjukkan dominasi di kandang usai membungkam Dewa United Banten FC dengan skor 2-1 di Stadion Brawijaya, Kediri, Sabtu (7/2/2026).
Atmosfer laga Super League 2025/2026 ini kental dengan tensi tinggi sejak awal peluit dibunyikan, dengan kedua tim langsung saling menekan untuk memecah kebuntuan.
Gol cepat Persik lahir dari kaki pemain anyar Ernesto Gomez pada menit keempat, memanfaatkan umpan matang Adrian Luna yang tak mampu dibendung lini belakang Dewa United.
Tendangan keras pemain asal Argentina itu menjadi gol perdana sejak bergabung dengan Persik di awal Februari 2026, sekaligus melecut semangat tuan rumah.
Tekanan terus dilancarkan tim Macan Putih, hingga pada menit ke-32 giliran Jon Toral menggandakan keunggulan setelah memanfaatkan umpan terukur sang kapten Ezra Walian.
Skor 2-0 bertahan hingga turun minum, meski duel sempat tertunda selama 30 menit akibat hujan deras yang membuat panitia harus memompa air dari lapangan.
Memasuki babak kedua, Dewa United mencoba bangkit lewat serangan cepat yang akhirnya membuahkan hasil berkat aksi Vico yang mencetak gol pada menit ke-56 setelah memanfaatkan umpan akurat Alexis Messidoro.
Kondisi lapangan becek membuat kedua tim kesulitan mengatur ritme permainan, namun Persik berhasil mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.
Pelatih Persik Marcos Reina Torres mengaku puas dengan penampilan anak asuhnya di laga penuh tantangan ini.
“Kami senang bisa meraih kemenangan di rumah dan kemenangan yang didapat dengan kerja keras. Babak kedua para pemain juga bertarung dan mereka pantas untuk mendapatkan kemenangan ini,” kata dia.
Torres menilai kondisi lapangan yang berat menjadi tambahan ujian bagi timnya, tetapi memuji kontribusi Ernesto Gomez yang langsung memberi dampak besar sejak laga pertama.
Di sisi lain, pelatih Dewa United Jan Olde Riekerink tak menutupi kekecewaannya terhadap cara timnya kebobolan dua gol awal.
“Masalah kita bukan dari cara main, bola pertama masih bisa diterima cara main kita. Yang kami tidak adalah bagaimana cara kebobolan, apalagi gol kedua,” kata dia.
Riekerink juga menyoroti kondisi lapangan yang lembek sejak sesi latihan, dan menilai faktor cuaca menjadi penghalang utama strategi permainan agresif timnya.
Dengan hasil ini, Persik Kediri naik ke peringkat ke-10 klasemen sementara dengan 25 poin, sementara Dewa United harus puas turun ke posisi ke-11 dengan 24 poin.***
