BANDUNG – Atraksi memukau Drone First Person View (FPV) Kamikaze mencuri perhatian dalam demonstrasi alat utama sistem senjata (alutsista) di hadapan Presiden Prabowo Subianto. Dengan kecepatan dan akurasi luar biasa, drone ini berhasil menghancurkan sasaran strategis, menunjukkan kemampuan tempur canggih yang dimiliki Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Peragaan ini digelar usai Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Pusat Pendidikan dan Latihan Khusus Komando Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus Kopassus), Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, pada Minggu (10/8/2025).
Dalam demonstrasi tersebut, drone kamikaze menampilkan keunggulan teknologi dengan daya ledak tinggi dan efek kejutan maksimal.
“Drone Kamikaze juga memiliki kemampuan daya hancur dan pendadakan yang sangat tinggi terhadap sasaran strategis,” demikian keterangan resmi dari Kementerian Pertahanan.
Drone ini mampu menyerang berbagai target, mulai dari personel, alutsista, hingga instalasi strategis di medan hutan, perkotaan, maupun lautan, dengan kecepatan dan ketepatan yang sulit diantisipasi musuh.
Presiden Prabowo, didampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, tampak serius mengamati aksi drone yang dikendalikan oleh pilot dan kopilot dari pleton drone binaan Kementerian Pertahanan.
Dalam atraksi tersebut, drone melesat di depan tamu undangan, melakukan infiltrasi, dan menghancurkan sasaran dengan presisi. Kemampuan drone ini untuk menghindari rintangan dan menyerang secara langsung menjadi sorotan utama, menegaskan kesiapan TNI menghadapi ancaman di berbagai skenario pertempuran.
Menurut laporan, drone kamikaze yang digunakan telah dilengkapi teknologi mutakhir, selaras dengan perkembangan zaman. Drone FPV Kamikaze dapat dioperasikan di manapun. memiliki kemampuan sasaran dengan sangat cepat dan akurat untuk melaksanakan penghancuran
Keunggulan ini menjadikan drone tersebut sebagai aset strategis dalam operasi militer modern, khususnya untuk misi-misi yang membutuhkan kecepatan dan efek kejutan.
Demonstrasi ini tidak hanya menegaskan kemajuan teknologi pertahanan Indonesia, tetapi juga menjadi simbol kesiapan TNI dalam menjaga kedaulatan negara.
Presiden Prabowo, yang juga menyaksikan parade pasukan elite Kopassus, menyampaikan pesan tegas tentang peran TNI sebagai “anak kandung rakyat” yang siap berkorban demi bangsa. “TNI siap mati untuk rakyat,” ujarnya dalam pidato seusai upacara, menegaskan komitmen TNI dalam menjaga keamanan nasional.
Aksi drone kamikaze ini menjadi sorotan utama di media sosial, dengan banyak warganet memuji kecanggihan teknologi militer Indonesia. Peragaan ini juga menjadi bukti nyata bahwa Indonesia terus berupaya memperkuat alutsista dengan teknologi terkini untuk menghadapi tantangan keamanan global.
