ACEH TAMIANG – Ratusan santri Pondok Pesantren Darul Mukhlisin di Aceh Tamiang menyambut Ramadan dengan sukacita setelah menerima dua ekor sapi berukuran jumbo sebagai sedekah pribadi dari Presiden Prabowo Subianto.
Kedua sapi itu diantarkan langsung menggunakan mobil bak terbuka oleh tim Badan Komunikasi Pemerintah RI dan sejumlah relawan, sebelum digiring masuk ke halaman pesantren dan diikat di bawah rimbunnya pepohonan.
Setelah penyembelihan dilakukan secara syar’i, panitia segera memotong daging dan membagikannya kepada seluruh santri dan pengajar yang berjumlah lebih dari 250 orang.
Tradisi pembagian daging ini merupakan bagian dari budaya Meugang, warisan turun-temurun masyarakat Aceh yang setiap tahun dilaksanakan sebagai simbol rasa syukur menjelang bulan suci Ramadan.
Pimpinan pesantren, Ustad Mulkana, menyampaikan rasa haru dan bahagianya karena tradisi tersebut dapat kembali digelar setelah wilayah mereka sempat terdampak banjir besar pada November lalu.
“Ketika mengajak santri ke pondok ini, kami sempat berpikir. Nanti seperti apa kami melaksanakan Meugang? Apakah anak-anak akan melewati Meugang? Jadi alhamdulillah, ini pengalaman pertama buat kami,” ujar Mulkana di lokasi, Selasa (17/2).
Ia menuturkan, setiap potongan daging yang diterima para santri bukan hanya memperkuat nilai kebersamaan, tetapi juga menghadirkan semangat baru dalam menyambut datangnya bulan Ramadan.
“Mudah-mudahan apa yang dimakan nanti akan menjadi energi yang menguatkan ibadah mereka dan semangat menyambut Ramadan. Ini karena Meugang tidak pernah terlewatkan oleh kami, warga Aceh,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Mulkana turut mendoakan keberkahan atas niat baik Presiden Prabowo yang telah menyalurkan sedekah tersebut bagi komunitas pesantren di tengah masa pemulihan pascabencana.
“Mudah-mudahan ini menjadi amal jariah dan menjadi berkah juga,” pungkasnya.
Tradisi Meugang di Aceh dikenal bukan sekadar pesta kuliner, tetapi juga momen sosial-keagamaan yang mempererat solidaritas antarwarga dan menumbuhkan rasa syukur menjelang ibadah puasa.
Kehadiran bantuan dari Kepala Negara itu menambah semangat para santri dan masyarakat sekitar untuk menatap Ramadan dengan optimisme dan harapan baru.***