Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri dalam jumpa pers, Selasa (11/11/2025) mengonfirmasi adanya dua lokasi peledakan bom di lingkungan SMAN 72 Jakarta. Insiden yang mengejutkan itu terjadi pada Sabtu (9/11/2025) pagi dan sempat menimbulkan kepanikan di sekitar sekolah.
Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menyebutkan total tujuh bom rakitan ditemukan di dua titik berbeda, dengan empat di antaranya telah meledak.
Rincian Temuan di Dua Lokasi
Kepala Polda Metro Jaya menjelaskan, di TKP 1, petugas menemukan dua bom yang sudah meledak. Bom tersebut diketahui diaktifkan menggunakan receiver dan remote control, yang kemudian ditemukan di area taman baca sekolah.
“Bom di TKP pertama menggunakan sistem aktivasi jarak jauh dengan remote control. Dua bom di titik ini sudah meledak,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri.
Sementara di TKP 2, tim penjinak bahan peledak (Jihandak) menemukan lima bom lainnya.
Dua di antaranya memiliki tutup yang hancur akibat ledakan, sedangkan dua bom sumbu bakar masih aktif, dan satu bom lain dengan casing kaleng minuman Coca-Cola juga masih dalam kondisi aktif.
“Dari tujuh bom yang ditemukan, empat sudah meledak dan tiga berhasil diamankan dalam keadaan aktif,” jelasnya.
Evakuasi dan Penanganan Cepat
Setelah laporan ledakan diterima, personel Gegana Brimob dan tim Jihandak langsung dikerahkan untuk mengamankan lokasi.
Proses evakuasi siswa dan guru dilakukan dengan cepat untuk mencegah korban jiwa, sementara area sekolah kini ditutup total untuk penyelidikan lanjutan.
Tim identifikasi juga tengah mengumpulkan bukti-bukti terkait bahan dan mekanisme bom yang digunakan.