Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengumumkan langkah berani untuk melakukan perampingan besar-besaran terhadap jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Targetnya, dari total 1.043 perusahaan, jumlah tersebut akan dipangkas hingga tersisa sekitar 300 perusahaan saja pada tahun ini.
Langkah Strategis: Konsolidasi dan Penutupan
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, memaparkan rencana ini dalam acara Economic Outlook 2026 di Jakarta, Selasa (10/2). Fokus utama perampingan adalah entitas yang dinilai tidak produktif, berukuran terlalu kecil, atau terus-menerus membebani keuangan negara.
“Dalam tiga bulan terakhir, kami bahkan sudah menutup sekitar 100 perusahaan,” tambah CEO Danantara, Rosan P. Roeslani. Langkah ini diambil setelah evaluasi menunjukkan bahwa 92% dividen negara hanya disumbang oleh 12 BUMN saja, sementara ribuan entitas lainnya tidak berkontribusi signifikan.
Beberapa unit usaha yang masuk dalam radar penataan antara lain 137 hotel dan 75 rumah sakit milik BUMN yang selama ini berjalan tidak optimal.
Jaminan Keamanan Karyawan
Meski jumlah perusahaan dikurangi secara drastis, Danantara memberikan jaminan tegas: tidak akan ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Strategi yang diambil adalah realokasi sumber daya manusia ke unit-unit yang lebih sehat dan produktif.
Dony menjelaskan bahwa total biaya tenaga kerja dari perusahaan yang dikonsolidasikan hanya sekitar Rp2 triliun. Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan potensi penyelamatan kerugian negara. “Bagi kami, lebih baik menyerap tenaga kerja yang ada daripada membiarkan total kerugian Rp20 triliun terus berlanjut,” tegasnya.
Melalui transformasi ini, Danantara memproyeksikan BUMN yang tersisa akan menjadi lebih kuat dan tangguh. Target laba pun dipasang cukup ambisius:
-
Tahun 2025: Rp332 Triliun
-
Target 2026: Rp360 Triliun
-
Target 2027: Rp400 Triliun
Dengan struktur yang lebih ramping dan fokus pada efisiensi, Danantara yakin BUMN Indonesia akan bertransformasi menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang jauh lebih sehat dan kompetitif.
