Platform keuangan digital terkemuka asal Indonesia, PT Fliptech Lentera Inspirasi Pertiwi (Flip), mengalami gangguan teknis (error) sistemis selama empat hari berturut-turut sejak Sabtu (3/10/2026) hingga Selasa (6/10/2026). Akibatnya, saldo para pengguna tertahan total dan tak bisa digunakan untuk transaksi, memicu kepanikan masif serta gelombang protes di media sosial.
Kelumpuhan layanan yang berlangsung berhari-hari tanpa kepastian estimasi pemulihan ini membuat nasabah murka, terutama mereka yang menggantungkan perputaran dana usaha harian pada aplikasi fintech tersebut.
“Tolong pihak @ojkindonesia diusut ini kenapa sampai berhari-hari tidak ada kejelasan. Banyak perputaran uang lewat situ, termasuk saya. Sudah tiga hari usaha saya mati karena saldo di Super Flip tak bisa ditransaksikan,” keluh salah satu pengguna, @nizamdnur, di platform X.
Ancam Bawa ke Ranah Pidana dan Desak Sikap OJK-BI
Dampak dari kendala sistem ini tak hanya mematikan arus kas UMKM, tetapi juga mengganggu kebutuhan mendesak pengguna ritel. Dadang (38), salah satu nasabah yang terdampak, mengaku sangat kecewa dan dirugikan karena saldonya membeku saat sangat dibutuhkan.
Merespons lambatnya penanganan dari pihak manajemen, Dadang mendesak lembaga pengawas seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), hingga Ditjen Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan untuk segera melakukan investigasi dan penindakan tegas.
“Saya jelas dirugikan. Apabila ditemukan adanya indikasi penggelapan dana konsumen di balik gangguan panjang ini, pihak berwenang harus memprosesnya ke ranah pidana,” tegas Dadang, Selasa (6/10/2026).
Respons Manajemen Flip: Klaim Saldo Aman Tanpa Kepastian Pulih
Melalui pernyataan resminya di media sosial, pihak manajemen Flip mengonfirmasi adanya kendala teknis pada aplikasi mereka dan memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Namun, Flip enggan membeberkan secara detail akar masalah maupun tenggat waktu perbaikan sistem.
“Tim Flip terus berupaya agar layanan dapat kembali normal secepatnya dan kami memastikan bahwa seluruh saldo pengguna tetap aman. Untuk informasi terbaru, kami akan memberikan pembaruan secara berkala,” tulis pihak Flip.
Meskipun Flip menjamin keamanan dana pengguna, ketiadaan solusi cepat membuat jajaran otoritas keuangan kini didesak untuk memanggil manajemen platform guna melindungi hak-hak konsumen digital.