Dokumen terbaru yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengungkap bahwa Sarah Ferguson, mantan Duchess of York, tercatat masih menjalin komunikasi dengan Jeffrey Epstein saat terpidana kejahatan seksual itu menjalani masa hukuman penjara. Informasi tersebut muncul dalam rangkaian berkas terbaru terkait kasus Epstein yang kini dibuka untuk publik.
Dalam sejumlah surel yang dirilis, komunikasi Ferguson dengan Epstein disebut berkaitan dengan urusan bisnis dan kegiatan filantropi, khususnya proyek bernama Mothers Army. BBC News telah menghubungi pihak Ferguson untuk meminta tanggapan. Perlu dicatat, pencantuman nama dalam berkas Epstein tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran hukum.
Jeffrey Epstein dibebaskan dari penjara pada 22 Juli 2009 setelah menjalani 13 bulan hukuman dari vonis 18 bulan atas kasus meminta layanan seksual dari anak di bawah umur. Namun, sebelum dibebaskan, ia masih berkomunikasi melalui surel dengan seseorang bernama “Sarah”.
Dalam sebuah email tertanggal 14 Juni 2009, “Sarah” menulis kepada Epstein, menanyakan cara memulai dan mengembangkan Mothers Army secara komersial. “Saya perlu bertanya bagaimana memulai perusahaan Mothers Army agar bisa berjalan secara komersial. Bagaimana caranya? Bisakah Anda membantu saya?” tulis email tersebut.
Pada email lain tertanggal 26 Juni 2009, “Sarah” kembali menghubungi Epstein dengan nada akrab. Ia menyebut telah bertemu seorang ibu negara yang menyukai konsep Mothers Army, dan menutup pesan dengan kalimat penuh kehangatan.
Mothers Army sendiri terdaftar sebagai sebuah perusahaan yang bertujuan “menguatkan suara para ibu di seluruh dunia”. Berdasarkan catatan Companies House Inggris, entitas tersebut tercatat atas nama Sarah Margaret Ferguson, dengan alamat terdaftar di Royal Lodge, Windsor Great Park.
Namun, dalam email Epstein kepada seseorang bernama “Ferg” pada 2011, Epstein menulis bahwa Mothers Army “selalu untukmu” dan menyatakan kehati-hatian agar tidak ada dampak negatif jika terjadi transaksi atau pengalihan kepemilikan antara keduanya.
Rencana Pertemuan dan Perjalanan ke Amerika Serikat
Dokumen juga menunjukkan bahwa Ferguson memiliki hubungan yang cukup dekat dengan Epstein, termasuk rencana pertemuan langsung lima hari setelah Epstein dibebaskan dari penjara.
Rangkaian surel yang ditelusuri BBC News memperlihatkan komunikasi antara Epstein dan para asistennya terkait pengaturan penerbangan untuk “Sarah Ferguson” beserta dua asistennya. Dalam email tersebut disebutkan rencana perjalanan dari London ke Miami, dilanjutkan ke New York, sebelum kembali ke London.
Pada 24 Juli 2009, seorang asisten pribadi Epstein mengonfirmasi pembelian tiket pesawat British Airways dengan total biaya lebih dari 14.000 dolar AS, yang disebut telah disetujui oleh Epstein.
Email lain mengindikasikan adanya pertemuan makan siang di rumah Epstein di Palm Beach pada 27 Juli 2009. Dalam korespondensi tersebut, “Sarah” menanyakan alamat kediaman dan menyebut akan datang bersama Putri Beatrice dan Putri Eugenie. Epstein memberikan alamat rumahnya di 358 El Brillo.
Saat itu, Putri Eugenie berusia 19 tahun dan Putri Beatrice 21 tahun. Dalam percakapan tersebut, Epstein menawarkan tumpangan dan hidangan makan siang, termasuk lasagna vegetarian yang disiapkan oleh koki dari Paris.
Dokumen juga menyebutkan bahwa setelah keluar dari penjara, Epstein menjalani tahanan rumah hingga musim panas 2010, dan diduga ada setidaknya tiga pertemuan lain antara dirinya dan Ferguson sepanjang 2009.
Kontak berkelanjutan Ferguson dengan Epstein pascavonisnya berdampak pada reputasi publik sang bangsawan. Tahun lalu, sejumlah organisasi amal memutuskan hubungan dengan Ferguson.
Pada Senin malam waktu setempat, lembaga amal miliknya, Sarah’s Trust, mengumumkan akan menghentikan kegiatan “untuk waktu yang belum ditentukan”.
