JAKARTA – Kabar menggembirakan datang dari dunia sepak bola Indonesia. Pemain muda berbakat Los Angeles FC (LAFC), Adrian Wibowo, dipastikan bisa membela Timnas Indonesia tanpa melalui proses naturalisasi.
Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir, mengungkapkan kabar ini, menambah harapan baru bagi skuad Garuda jelang FIFA Matchday September 2025.
Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, membuat kejutan dengan memanggil Adrian Wibowo untuk memperkuat tim di laga uji coba internasional.
Pemain kelahiran Amerika Serikat ini akan bergabung dengan pemusatan latihan di Surabaya untuk menghadapi Taiwan pada 5 September 2025 dan Lebanon pada 8 September 2025.
Meski belum memegang paspor Indonesia, winger berusia 19 tahun ini diproyeksikan memperkuat lini serang Timnas Indonesia, terutama setelah absennya striker utama Ole Romeny akibat cedera.
“Iya (Adrian Wibowo bisa bela Timnas Indonesia tanpa naturalisasi), karena prosedurnya beda,” kata Erick Thohir di Jakarta. Ia menjelaskan bahwa status kewarganegaraan Adrian memungkinkan proses yang berbeda dibandingkan naturalisasi pemain seperti Miliano Jonathans atau Mauro Zijlstra.
Latar Belakang Adrian Wibowo dan Peran di Timnas
Adrian Wibowo, yang memiliki darah Indonesia dari sang ayah, Boogie Wibowo, lahir di Los Angeles pada Januari 2006.
Ia memulai karier sepak bolanya di akademi LAFC sejak usia 12 tahun dan kini telah menembus skuad utama klub Major League Soccer (MLS) tersebut.
Meski baru mencatatkan dua penampilan dengan total 19 menit di MLS 2025, Adrian menunjukkan potensi besar dengan torehan empat gol dari 10 laga bersama LAFC II.
Kehadiran Adrian di Timnas Indonesia diharapkan menambah daya gedor, terutama di posisi winger kanan dalam formasi 3-4-3 atau 4-3-3 ala Patrick Kluivert.
Ia akan bersaing dengan pemain seperti Miliano Jonathans dan Marselino Ferdinan untuk memperebutkan tempat di starting eleven.
Pemanggilan Adrian juga menjadi bagian dari strategi PSSI untuk memperkuat sektor penyerangan menjelang babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia melawan Arab Saudi dan Irak pada Oktober 2025.
Proses Tanpa Naturalisasi
Menariknya, Adrian Wibowo bisa bergabung dengan Timnas Indonesia tanpa melalui proses naturalisasi yang biasanya memakan waktu. Erick Thohir menjelaskan bahwa hal ini dimungkinkan karena ayah Adrian lahir di Indonesia, sehingga memenuhi syarat tertentu untuk memperoleh status kewarganegaraan tanpa prosedur rumit.
“Adrian Wibowo berbeda (tidak perlu naturalisasi) karena ayahnya lahir di Indonesia, kita tunggu saja prosesnya,” ujar Erick
Meski belum bisa tampil di laga resmi melawan Taiwan dan Lebanon, Adrian akan memanfaatkan pemusatan latihan di Surabaya untuk beradaptasi dengan rekan-rekan setim seperti Jay Idzes dan Rafael Struick. Langkah ini dianggap krusial agar ia siap tampil maksimal di laga kualifikasi mendatang.
Antusiasme Penggemar dan Harapan Besar
Kabar pemanggilan Adrian Wibowo memicu gelombang antusiasme di kalangan penggemar sepak bola Indonesia. Dengan harga pasar Rp1,74 miliar menurut Transfermarkt, Adrian dinilai sebagai talenta muda yang mampu bersaing di level internasional.
Kehadirannya diharapkan menjadi angin segar bagi Timnas Indonesia yang tengah berjuang menembus Piala Dunia 2026 dan bersaing di Piala Asia 2027.
Pelatih Patrick Kluivert juga optimistis dengan potensi Adrian.
“Dia di pesawat, datang malam ini!” ungkap Kluivert, mengonfirmasi kedatangan Adrian untuk bergabung dengan skuad Garuda.
Langkah Strategis PSSI
Pemanggilan Adrian Wibowo mencerminkan strategi PSSI di bawah Erick Thohir untuk terus memperkuat Timnas Indonesia dengan pemain keturunan berkualitas.
Selain Adrian, nama-nama seperti Miliano Jonathans dan Mauro Zijlstra juga sedang dalam proses naturalisasi untuk menambah kedalaman skuad. Langkah ini sejalan dengan misi PSSI untuk membawa Timnas Indonesia bersaing di level dunia.
