Kepanikan melanda para pengguna jasa kereta komuter di Stasiun Duri, Tambora, Jakarta Barat, pada Sabtu (3/10/2026) pagi. Fasilitas eskalator yang mengangkut penumpang naik ke peron mendadak mengalami malfungsi teknis dan bergerak mundur secara tiba-tiba, menyebabkan belasan penumpang terjatuh saling bertubrukan.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 WIB saat arus pergerakan penumpang di stasiun cukup ramai. Saksi mata di lokasi, Mayska, menyebut fasilitas tangga berjalan itu awalnya beroperasi normal sebelum mendadak balik arah.
“Awalnya normal. Tapi tiba-tiba eskalator yang harusnya naik malah jalan mundur. Penumpang di atasnya kaget dan kehilangan keseimbangan, jadi pada jatuh saling nubruk,” tutur Mayska saat ditemui di Stasiun Duri, Sabtu (3/10/2026), dilansir dari Detik.
Suara Teriakan Pertolongan dan 12 Orang Terluka
Perubahan arah eskalator secara mendadak tersebut memicu kepanikan warga di sekitar lokasi. Sejumlah penumpang yang histeris langsung berteriak meminta bantuan petugas keamanan dan stasiun.
Petugas kepolisian dan security stasiun bergerak cepat mengevakuasi para korban yang mengalami luka-luka ringan hingga memar akibat benturan fisik.
“Langsung pada teriak minta tolong. Satpam dan petugas stasiun kaget juga, tapi langsung membawa orang-orang yang luka ke posko kesehatan,” tambah Mayska.
Akibat insiden malfungsi tangga berjalan ini, sedikitnya 12 orang penumpang dilaporkan mengalami luka-luka dan mendapatkan perawatan medis darurat di area stasiun.
Evaluasi Pengamanan dan Garis Pembatas Fasilitas Rusak
Pasca-kejadian, aliran listrik eskalator langsung dimatikan oleh pihak pengelola. Namun, aspek pengamanan area terdampak sempat disorot warga karena tidak langsung dipasangi garis pembatas (barricade tape).
Salah seorang penumpang, Eka, mengaku sempat melintasi eskalator yang mati tersebut sekitar pukul 08.00 WIB tanpa mengetahui insiden yang baru saja terjadi.
“Jam 8-an eskalatornya sudah mati, tapi belum ditutup pembatas sama petugas, jadi saya lewat-lewat aja buat turun. Sebenarnya khawatir juga setelah dengar cerita eskalatornya sempat jalan mundur, tapi karena sudah mati, saya pikir aman,” kata Eka.
Pihak pengelola stasiun beserta KAI Commuter kini melakukan investigasi mendalam terkait pemicu teknis kerusakan eskalator tersebut guna memastikan keamanan serta kelayakan fasilitas di seluruh stasiun komuter wilayah Jabodetabek.