Fabio Quartararo dilaporkan menjadi pembalap besar pertama yang mengambil langkah di bursa transfer MotoGP 2027.
Menurut laporan Motorsport.com, juara dunia MotoGP 2021 tersebut akan meninggalkan Yamaha—pabrikan yang telah dibelanya sejak debutnya di kelas premier pada 2019—dan memilih bergabung dengan rival sesama pabrikan Jepang, Honda.
Quartararo selama ini dikenal sebagai tulang punggung Yamaha sejak musim juara dunianya pada 2021. Namun dalam beberapa musim terakhir, pembalap asal Prancis itu semakin terbuka menyuarakan kekecewaannya karena tak kunjung mendapat motor yang benar-benar kompetitif.
Meski masih mampu menunjukkan kelasnya dengan meraih lima pole position musim lalu, Quartararo belum pernah merasakan kemenangan selama dua setengah musim terakhir. Padahal, ia nyaris memutus paceklik tersebut di MotoGP Inggris 2024, sebelum masalah ride-height device menggagalkan peluang kemenangannya saat sedang memimpin balapan di Silverstone.
Di luar insiden tersebut, performa Quartararo bersama Yamaha terbilang sulit. Ia hanya mencatat satu podium di balapan Grand Prix, ditambah dua podium Sprint, dan harus puas finis di posisi kesembilan klasemen akhir dunia. Sebagai perbandingan, pembalap Yamaha terbaik berikutnya, Jack Miller, bahkan terpuruk di peringkat ke-17.
Yamaha sendiri sebenarnya telah melakukan sejumlah langkah besar untuk membangkitkan proyek MotoGP mereka. Mulai dari merekrut direktur teknis Max Bartolini dari Ducati, menjadikan Pramac sebagai tim satelit, hingga berkomitmen mengembangkan mesin V4 baru yang mulai diuji pada Shakedown Sepang pekan ini.
Namun, jika Quartararo benar-benar sudah menandatangani kontrak dengan Honda (HRC), keputusan itu berarti diambil bahkan sebelum ia menjajal versi terbaru mesin V4 Yamaha. Ini mengisyaratkan bahwa kesabarannya terhadap proyek Yamaha sudah benar-benar habis.
Di sisi lain, Honda juga belum sepenuhnya kembali ke jalur kemenangan. Meski Johann Zarco sempat meraih kemenangan di MotoGP Prancis musim lalu dalam kondisi hujan, Honda belum meraih kemenangan di lintasan kering sejak Alex Rins pada awal 2023.
Meski demikian, proyek RC213V yang kini dipimpin mantan direktur teknis Aprilia, Romano Albesiano, dinilai menunjukkan progres lebih menjanjikan dibanding Yamaha. Kemenangan Zarco serta tiga podium kering tambahan—masing-masing satu oleh Zarco dan dua oleh Joan Mir—membantu Honda naik peringkat konsesi dari kategori D ke C untuk musim 2026.
Dengan perubahan regulasi besar yang akan datang pada 2027—termasuk mesin 850cc dan ban Pirelli—keputusan Quartararo diyakini sangat berorientasi pada masa depan jangka panjang.
Jika kepindahan ini resmi, Honda praktis sudah mengunci tiga dari empat kursi mereka untuk era baru MotoGP. Zarco masih terikat kontrak dengan LCR hingga musim depan, sementara rekan setimnya, Diogo Moreira, memulai kontrak multi-tahun sebagai rookie. Situasi ini berpotensi membuat salah satu dari pembalap tim pabrikan saat ini, Joan Mir atau Luca Marini, kehilangan kursi.
Masuknya Quartararo ke Honda juga mempersempit opsi bagi pembalap top lain di pasar transfer, seperti Jorge Martin—yang sempat dikaitkan dengan Honda saat berselisih kontrak dengan Aprilia—serta bintang KTM, Pedro Acosta.
Sementara itu, Yamaha justru akan memiliki satu kursi pabrikan kosong, dengan sejauh ini hanya Toprak Razgatlioglu dari tim Pramac yang sudah dipastikan untuk musim depan.
Juara dunia bertahan Marc Marquez sebelumnya mengatakan bahwa masa depan dua hingga tiga nama terbesar di MotoGP kemungkinan akan ditentukan bahkan sebelum balapan pertama musim ini. Marquez sendiri dikabarkan hampir menyepakati kontrak dua tahun baru bersama Ducati.
Jika Quartararo memang sudah menentukan pilihannya, maka sorotan kini akan tertuju pada pembalap muda seperti Pedro Acosta, yang mungkin harus segera mengambil keputusan besar berikutnya di bursa transfer MotoGP.