JAKARTA – Langit akan menyuguhkan pemandangan langka yang memukau fenomena “Bulan Tersenyum” atau Smiley Face. Formasi unik ini tercipta dari susunan Bulan sabit, Venus, dan Saturnus yang membentuk pola menyerupai wajah tersenyum di cakrawala timur.
Apa Itu Fenomena Bulan Tersenyum
Fenomena ini dikenal sebagai triple conjunction, yakni ketika tiga benda langit bulan sabit, Venus, dan Saturnus terlihat berdekatan dari perspektif Bumi dan menciptakan ilusi wajah tersenyum.
- – Bulan sabit berperan sebagai “mulut” melengkung
- – Venus dan Saturnus tampak seperti sepasang “mata” yang berkilau
Menurut NASA, pemandangan ini dapat disaksikan dengan mata telanjang, meski penggunaan teropong atau teleskop akan memperjelas detail dan memperindah pengalaman.
Tak hanya trio utama, planet Merkurius juga akan muncul di bawah formasi ini. Namun, karena posisinya yang sangat rendah di cakrawala, kemungkinan besar akan sulit terlihat.
“Venus akan terlihat lebih tinggi di atas cakrawala timur, Saturnus berada di bawahnya, dan Bulan sabit yang tipis akan sedikit lebih rendah dan agak ke utara,” ungkap Brenda Culbertson, Duta Sistem Tata Surya NASA, kepada stasiun TV KSNT di Kansas.
Bisa Dilihat di Indonesia?
Kabar baiknya, fenomena ini bisa disaksikan di Indonesia, dengan catatan kondisi langit harus cerah dan bebas hambatan seperti gedung atau pepohonan.
Menurut Observatorium Bosscha, waktu terbaik untuk mengamati adalah:
- Sekitar pukul 03.14 WIB: Venus mulai terlihat
- Beberapa menit kemudian: Saturnus muncul
- Puncak keindahan: Antara 05.30–06.30 WIB, menjelang matahari terbit
Namun, ada catatan penting dari Thomas Djamaluddin, peneliti astronomi BRIN. Ia menjelaskan bahwa formasi “Bulan Tersenyum” di Indonesia tidak akan tampak seperti wajah tersenyum sebagaimana terlihat di negara lain, seperti Brasil.
“Di Indonesia, posisi Venus dan Saturnus jauh di atas Bulan sabit, jadi sama sekali tidak menampakkan gambaran wajah tersenyum. Posisi ‘dua mata’ (Venus dan Saturnus) relatif dekat gambar senyuman (bulan sabit tua) kalau diamati dari Brasil,” ujarnya.
Meski begitu, konjungsi ini tetap menawarkan pemandangan spektakuler, terutama bila disaksikan dari tempat dengan cakrawala timur terbuka, seperti pantai, bukit, atau lapangan.
Tips Menyaksikan Fenomena Bulan Tersenyum
Ikuti beberapa tips berikut:
- Cari lokasi ideal: Tempat terbuka dengan cakrawala timur yang luas dan tidak terhalang
- Waktu terbaik: Mulai pengamatan sejak pukul 05.00 WIB, dengan puncak pada 05.30 WIB
- Gunakan alat bantu: Teropong atau teleskop akan membantu memperjelas formasi langit
- Cek cuaca: Pastikan langit dalam kondisi cerah agar formasi tampak jelas
Fenomena Ini Istimewa
Fenomena “Bulan Tersenyum” hanya berlangsung selama sekitar satu jam, menjadikannya momen langka yang patut diabadikan. Keunikan ini juga terjadi beberapa hari setelah puncak hujan meteor Lyrid (21–22 April 2025), yang mempercantik langit bulan April.
Menurut NASA, selama hujan meteor Lyrid, bisa terlihat hingga 15 meteor per jam di langit gelap, apalagi dengan minimnya cahaya dari Bulan sabit saat itu.
Jangan Lewatkan Keajaiban Langit Ini!
Fenomena “Bulan Tersenyum” merupakan kesempatan langka bagi pecinta astronomi maupun masyarakat umum untuk menyaksikan keindahan semesta. Meskipun formasi senyum tidak tampak sempurna di Indonesia, susunan Bulan, Venus, dan Saturnus tetap akan memanjakan mata.
Siapkan diri untuk bangun pagi dan tatap langit timur pada 25 April 2025. Jangan lupa, abadikan momen ini dan bagikan di media sosial!
