JAKARTA – Fenomena “Rojali” atau Rombongan Jarang Beli kembali muncul di tengah tingginya angka kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan, meski tidak diimbangi dengan transaksi belanja yang signifikan.
Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, kondisi ini bukanlah hal baru. Ia menjelaskan bahwa fenomena tersebut sangat bergantung pada daya beli masyarakat yang semakin menurun, terutama di kalangan kelas menengah bawah.
“Dikarenakan uang yang dipegang oleh masyarakat kelas menengah bawah semakin sedikit, terjadi kecenderungan untuk berbelanja barang dengan harga lebih terjangkau,” ujar Alphonzus dilansir dari Kontan, Selasa (22/7/2025).
Lebih lanjut, Alphonzus menjelaskan bahwa kelompok masyarakat tersebut kini lebih mengutamakan belanja untuk kebutuhan primer dan mengurangi pengeluaran untuk barang-barang sekunder.
Meskipun demikian, pusat perbelanjaan tetap ramai dikunjungi. Hal ini disebabkan oleh peran pusat perbelanjaan yang kini telah bertransformasi menjadi ruang publik multifungsi, bukan sekadar tempat berbelanja. Masyarakat memanfaatkannya juga sebagai tempat hiburan, edukasi, hingga berkumpul bersama keluarga.
“Kondisi ini tidak akan berlangsung selamanya. Ketika daya beli masyarakat kembali pulih, tren belanja juga akan membaik,” kata Alphonzus.
Untuk menyikapi situasi ini, pusat perbelanjaan pun fokus menyelenggarakan berbagai program promo belanja, yang diharapkan dapat mendongkrak daya beli konsumen sekaligus menarik minat berbelanja.