JAKARTA – Ganda putri Indonesia, Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinara Nastine, sukses meraih podium tertinggi turnamen BWF Super 100, Guwahati Masters 2025.
Berlaga di Indoor Stadium Saru Sajai Sports Complex, India, Minggu (7/12/2025) sore, Isyana/Rinjani manang atas atas pasangan Malaysia, Ong Xin Yee/Carmen Ting.
Pasangan Merah Putih itu memastikan gelar lewat kemenangan dua gim langsung yang sarat momentum kebangkitan meski selalu tertinggal di awal set.
Di atas kertas, wakil Malaysia lebih diunggulkan dengan status mereka di peringkat dunia BWF ke-29 dan menjadi unggulan kedua di turnamen ini.
Sementara pasangan muda Garuda, di peringkat ke-40 dunia dan menjadi unggulan ketiga di turnamen ini.
Meski demikian, Isyana/Rinjani menunjukan performa gemilang di partai puncak ini dengan skor ketat 21-17 dan 23-21.
Jalannya Laga
Gim pertama dibuka dengan ritme lambat dari kedua kubu hingga kesalahan pukulan ganda Malaysia memberi poin perdana bagi wakil Indonesia.
Balasan kesalahan dari Isyana/Rinjani membuat keunggulan sempat hilang dan Malaysia memimpin cepat 4-2 berkat agresivitas Ong Xin Yee dari lini belakang.
Momentum kembali bergeser saat Isyana/Rinjani menemukan pola serangan yang lebih tajam dan berhasil menyamakan kedudukan 4-4.
Meski begitu, pasangan Indonesia tak mampu menahan tekanan lawan dan harus tertinggal hingga enam angka pada interval pertama.
Selepas jeda, kondisi masih belum membaik saat selisih lima poin terpampang di angka 9-14 bagi ganda Malaysia.
Kebangkitan mulai terbentuk ketika Isyana/Rinjani mencatatkan enam poin beruntun untuk membalikkan situasi dan berbalik unggul.
Keunggulan itu terus melebar menjadi 17-15 dan kemudian 19-17 berkat akurasi smes serta kontrol net yang semakin stabil.
Isyana mencetak game point melalui smes keras sebelum akhirnya menutup gim pertama dengan penyelesaian cepat setelah membalikkan defisit enam angka secara dramatis.
Memasuki gim kedua, Isyana/Rinjani kembali menghadapi ketertinggalan 1-4 akibat tekanan awal dari pasangan Malaysia.
Malaysia sempat mempertahankan keunggulan hingga skor 7-5, tetapi perubahan strategi membuat wakil Indonesia memimpin 9-7 lalu 10-8.
Keunggulan dua poin itu tetap terjaga hingga interval setelah pukulan menyilang Rinjani tak mampu dijangkau lawan.
Selepas rehat, pasangan Indonesia memperbesar jarak menjadi 18-13 melalui kombinasi serangan cepat dan variasi pengembalian.
Match point berhasil diraih di skor 20-15, tetapi Malaysia kembali memperpanjang laga dengan empat poin beruntun yang membuat tensi pertandingan meningkat tajam.
Pukulan Rinjani yang terlihat menyentuh garis justru dinyatakan keluar sehingga skor menegang pada 20-20.
Rinjani mendapatkan match point lagi setelah lima kesempatan sebelumnya gagal dikonversi menjadi kemenangan.
Kesalahan terburu-buru dari Rinjani membuat bola tersangkut net dan kembali memaksa skor imbang.
Isyana/Rinjani memperoleh match point ketiga pada kedudukan 22-21 sebelum Isyana memastikan gelar juara lewat smes keras yang tak mampu dibendung lawan.
Atas hasil ini, Indonesia meraih dua podium juara di ajang ini setelah sebelumnya ganda campuran Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri menang atas wakil Thailand.***