JAKARTA – Sekitar 101 orang terluka akibat insiden kembang api selama perayaan jelang malam Tahun Baru di Filipina, menurut laporan Kementerian Kesehatan setempat pada Jumat (27/12).
“Hingga Jumat pukul 6 pagi, kami menerima laporan bahwa ada 101 korban luka di seluruh negeri akibat kembang api,” kata Kementerian melalui unggahan di media sosial.
Kementerian menjelaskan, data tersebut dikumpulkan dari berbagai fasilitas kesehatan di seluruh Filipina.
Sebagian besar korban berusia di bawah 19 tahun, dengan insiden paling sering terjadi di kawasan metropolitan. Korban luka terbanyak dilaporkan disebabkan oleh penggunaan kembang api ilegal.
Tindakan ini berpotensi menyebabkan cedera serius seperti amputasi, kebutaan, kehilangan pendengaran, dan dalam beberapa kasus bahkan kematian, tambah Kementerian.
Departemen Kesehatan Filipina menyatakan pihaknya terus memantau situasi dan mengingatkan masyarakat tentang bahaya penggunaan kembang api.