JAKARTA – Chelsea harus mengakui keunggulan Arsenal dengan skor 2-3 dalam laga terkini, namun duel ini menyisakan cerita penting tentang daya juang, evaluasi pemain, dan peluang yang masih terbuka.
Laga leg I semifinal Piala Liga Inggris 2025-2026 tersebut berlangsung di Stadion Stamford Bridge pada Kamis (15/1/2026) dini hari WIB.
Kekalahan di kandang membuat Chelsea berada dalam posisi sulit, tetapi margin satu gol menjaga peluang tetap hidup menjelang leg kedua yang akan digelar di Emirates Stadium.
Alejandro Garnacho menjadi pusat perhatian setelah masuk sebagai pemain pengganti dan langsung memberikan dampak besar lewat dua gol krusial.
Performa Garnacho dari bangku cadangan kembali menegaskan bahwa kontribusinya sering kali justru lebih eksplosif saat tidak tampil sebagai starter.
Dua gol Garnacho memang belum cukup untuk menghindarkan Chelsea dari kekalahan, tetapi setidaknya menjaga harapan untuk membalikkan keadaan.
Meski peluang lolos tetap berat, gol-gol tersebut memberi keyakinan bahwa kejutan masih mungkin terjadi di leg kedua.
Mengutip SB Nations, Jumat, Garnacho menyampaikan bahwa ia selalu berusaha memberikan yang terbaik.
Ia puas bisa membantu lewat gol dari bangku cadangan, laga masih terbuka dengan selisih satu gol, dan tim harus datang ke Emirates dengan memberikan segalanya.
Pemain muda itu juga menambahkan, baik starter maupun pemain cadangan sama pentingnya, Chelsea masih dalam persaingan, dan tim akan mencoba segalanya.
Di sisi lain ia menyesalkan kegagalan tersebut dan mengakui awal laga yang lambat, peningkatan di babak kedua, dan tekad total di leg kedua.
Sementara itu, Estêvão mendapat penilaian positif meski gagal mencetak gol karena terus aktif menekan dan nyaris mencatatkan namanya di papan skor.
Salah satu peluang terbaik Estêvão bahkan harus digagalkan oleh blok krusial Declan Rice yang mencegah bola bersarang ke gawang.
Keterlibatan Estêvão dalam sebagian besar laga terakhir menunjukkan kondisinya semakin membaik setelah sempat dibekap cedera ringan.
Enzo Fernández juga menunjukkan sinyal kebangkitan setelah periode performa menurun, meski kontribusinya masih berada pada level rata-rata.
Secara keseluruhan, penilaian pemain Chelsea dalam laga ini memperlihatkan kesenjangan performa yang cukup jelas antar lini.
Alejandro Garnacho menjadi satu-satunya pemain dengan kategori Excellent berkat rating 8,3 sebagai pemain pengganti.
Estêvão masuk kategori Good dengan nilai 7,1 berkat konsistensi dan agresivitasnya di lini serang.
Enzo Fernández, Neto, Santos, dan beberapa pemain lain berada di level Average karena kontribusi yang belum maksimal.
Sejumlah nama seperti Chalobah, Cucurella, hingga Fofana harus puas dengan label Subpar akibat performa yang kurang solid.
Posisi terendah ditempati kiper Sánchez yang mendapat rating 3,3 dan masuk kategori Terrible setelah gagal mengamankan gawang secara konsisten.
Kekalahan ini menjadi alarm bagi Chelsea untuk segera berbenah jika ingin menjaga peluang lolos tetap hidup.
Leg kedua di Emirates Stadium akan menjadi ujian mental, taktik, dan konsistensi bagi skuad Chelsea.
Dengan selisih satu gol, Chelsea masih memiliki alasan untuk percaya, meski tantangan di markas Arsenal dipastikan sangat berat.***
