JAKARTA – Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman Direktur Komersial Garuda TV, Muliandy Nasution, yang berlangsung pada Minggu (11/1/2026) pagi dengan isak tangis keluarga serta rekan kerja yang tak terbendung.
Jenazah almarhum yang akrab disapa Muli itu diantarkan ke TPU Al-Azhar, Karawang, Jawa Barat, sebagai peristirahatan terakhirnya oleh keluarga, sahabat, dan kolega lintas profesi.
Muliandy Nasution wafat pada Sabtu (10/1/2026) siang di Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung.
Kepergian mendadak sosok pimpinan ini menjadi pukulan emosional bagi Garuda TV mengingat perannya yang strategis dalam mengawal arah komersial dan pertumbuhan bisnis perusahaan media tersebut.
Sepanjang kariernya, Muli dikenal sebagai figur profesional dengan rekam jejak kuat yang berkontribusi besar dalam membangun daya saing industri pertelevisian nasional.
Almarhum meninggalkan seorang istri dan empat orang anak yang kini harus menghadapi kehilangan sosok ayah sekaligus kepala keluarga.
Pria kelahiran Medan, Sumatra Utara, berusia 42 tahun ini dikenal energik, visioner, dan konsisten menularkan semangat positif melalui inovasi serta ide-ide segar di lingkungan kerja Garuda TV.
Selain kiprah profesional, Muliandy Nasution juga mencatat prestasi akademik gemilang dengan meraih tiga gelar magister dari dalam dan luar negeri.
Ia menyandang gelar MBA dari Jena Applied Science, Jerman, MM dari Swiss German University, serta Master of Law International Trade & Commercial dari Universitas Islam Jakarta yang memperkuat kapasitasnya di bidang bisnis dan hukum internasional.
Balutan berbagai gelar yang dimiliki, tidak membuat dirinya tinggi hati. Ia justeru lebih rendah hati dan penuh kesederhanaan serta bergaul dengan siapa saja tanpa sekat batas.
Kepergian Muli tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga bagi kolega industri media dan insan pertelevisian yang pernah bekerja, belajar, dan bertumbuh bersama almarhum.
“Selamat jalan Pak Muli!”***