JAKARTA — Aktivitas kendaraan di ruas Tol Jakarta–Cikampek mengalami lonjakan tajam selama momentum liburan Tahun Baru Imlek 2026, menandai tingginya pergerakan masyarakat menuju kawasan timur Trans Jawa.
Kepadatan lalu lintas mulai terasa sejak Jumat hingga Senin, 16 Februari 2026 malam, ketika ribuan kendaraan tampak memadati jalur utama menuju Cikampek.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT), Ria Marlinda Paallo, mengatakan peningkatan arus kendaraan telah berlangsung stabil sejak awal masa libur panjang Imlek.
Menurut Ria, Jasa Marga mencatat sebanyak 119.532 kendaraan menuju wilayah timur Trans Jawa melalui Gerbang Tol Cikampek Utama selama 13–15 Februari 2026, atau naik 31,37 persen dibanding kondisi normal.
Sementara itu, pergerakan kendaraan dari arah timur Trans Jawa menuju Jakarta juga mengalami peningkatan, dengan total 95.039 kendaraan, naik 2,95 persen dibanding rata-rata harian normal sebesar 92.312 unit.
Lonjakan ini diprediksi akan berbalik arah pada arus balik, di mana ribuan kendaraan diperkirakan kembali ke arah Jakarta pada Selasa, 17 Februari 2026.
PT JTT memperkirakan sekitar 39.379 kendaraan akan melintas dari arah timur menuju Gerbang Tol Cikampek Utama, meningkat sekitar 53,75 persen dibandingkan lalu lintas normal.
Untuk mengantisipasi ledakan arus balik, pengelola tol telah menyiapkan berbagai langkah strategis seperti optimalisasi gardu pembayaran, peningkatan jumlah petugas lapangan, dan koordinasi intensif dengan kepolisian serta instansi terkait.
Upaya tersebut diharapkan menjaga kelancaran arus lalu lintas sepanjang koridor Trans Jawa, mengingat Tol Jakarta–Cikampek tetap menjadi jalur vital penghubung ibu kota dengan wilayah-wilayah di Jawa Tengah dan Timur.***