JAKARTA – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi hari ini, Minggu (18/1/2026) sekitar pukul 11.16.48 WIB,
BMKG mencatat episenter gempa berada di koordinat 0,55 derajat Lintang Utara dan 125,38 derajat Bujur Timur dengan sumber gempa berasal dari wilayah laut.
“Atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 84 Km arah Tenggara Kota Ratahan, Sulawesi Utara. Sedangkan kedalaman 44 km,” kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangannya, Minggu.
Berdasarkan analisis kedalaman hiposenter dan posisi episenter, gempa ini dikategorikan sebagai gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi Lempeng Laut Maluku.
“Kami mengajukan analisis mekanisme sumber. Hasilnya menunjukkan gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip),” kata Daryono.
Getaran gempa dilaporkan terasa di wilayah Minahasa dan Kota Gorontalo dengan intensitas II–III MMI, di mana guncangan dirasakan jelas di dalam rumah seperti ada kendaraan berat melintas.
Sementara itu, di wilayah Kotamobagu, getaran tercatat pada skala II MMI dan dirasakan oleh sebagian warga serta menyebabkan benda ringan yang digantung bergoyang.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 11.35 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock),” ujarnya.
BMKG memastikan hingga laporan terakhir tidak ditemukan dampak kerusakan maupun laporan korban akibat gempa tersebut.***
