Kebakaran hebat melanda gudang penyimpanan pestisida di kawasan Pergudangan Taman Tekno, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Banten, Senin (9/2/2026) dini hari. Insiden ini tak hanya menimbulkan kerugian material sekitar Rp2 miliar, tetapi juga berdampak serius pada lingkungan setelah Sungai Jalatreng di kawasan BSD tercemar dan memicu kematian massal ikan.
Gudang milik PT Biotek Saranatama yang berlokasi di Blok K3 Nomor 37 tersebut diketahui menyimpan sekitar 15–20 ton pestisida, baik dalam bentuk cair maupun bubuk. Api pertama kali terdeteksi sekitar pukul 04.30 WIB oleh petugas keamanan bernama Rehan, yang melihat kepulan asap tebal dari dalam bangunan.
Pemadaman Terkendala Material Kimia Beracun
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangerang Selatan mengerahkan 14 unit mobil pemadam, dibantu dua unit dari BSD serta dua unit tangki suplai air, dengan total sekitar 70 personel di lokasi. Namun, proses pemadaman berlangsung sangat sulit karena material pestisida tidak dapat dipadamkan dengan air maupun busa.
“Ada bahan kimia yang tidak bisa dipadamkan dengan air. Kami coba menggunakan foam juga tidak berhasil, sehingga akhirnya menggunakan metode terakhir dengan pasir,” ujar Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Damkar Tangsel, Omay Komarudin.
Petugas berjibaku selama lebih dari tujuh jam menghadapi api yang dipicu bahan kimia beracun. Asap pekat dan suhu ekstrem menyebabkan sejumlah petugas kelelahan dan harus mendapatkan bantuan oksigen di lokasi. Hingga pukul 12.00 WIB, api belum sepenuhnya padam dan proses pendinginan masih berlangsung.
Limbah Pemadaman Cemari Sungai, Ikan Mati Mengambang
Dampak kebakaran meluas ketika air pemadaman bercampur residu pestisida mengalir ke saluran pembuangan dan bermuara ke Sungai Jalatreng, BSD. Air sungai dilaporkan berubah warna menjadi putih pekat dan mengeluarkan bau menyengat menyerupai minyak tanah.
“Itu bahan kimia yang terbakar. Limbahnya sampai mencemari sungai di BSD dan menyebabkan banyak ikan mati,” kata juru bicara Damkar Tangsel, Sahroni.
Berbagai jenis ikan—mulai dari lele, gurame, mujair, nila, hingga ikan sapu-sapu—ditemukan mati mengambang di sepanjang aliran sungai. Kapolsek Cisauk AKP Dhady Arsya mengimbau warga yang sempat memanen ikan untuk tidak mengonsumsinya karena berisiko menyebabkan keracunan.
Warga Khawatir Pencemaran Meluas ke Cisadane
Kekhawatiran warga meningkat karena Sungai Jalatreng terhubung langsung dengan Sungai Cisadane, yang selama ini menjadi sumber air baku PDAM Tangerang Selatan.
“Kalau lihat kondisinya seperti ini jelas khawatir. Airnya mengalir ke Cisadane. Takut pencemarannya meluas,” ujar salah seorang warga setempat.
Sementara itu, penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik, meski pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Hingga berita ini diturunkan, Dinas Lingkungan Hidup Tangerang Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait dampak pencemaran lingkungan akibat insiden tersebut.
