Pembalap kawakan Ferrari, Lewis Hamilton, mengungkapkan bahwa penyesuaian setelan ujung tanduk pada menit-menit akhir sebelum sesi kualifikasi menjadi kunci sukses dirinya merebut posisi start barisan depan (front row) di GP Bahrain yang berlangsung di Sirkuit Sepang, Malaysia.
Juara dunia tujuh kali tersebut menyuguhkan aksi memukau pada lap terakhir sesi Q3. Pembalap berusia 41 tahun itu merangsek ke posisi kedua, hanya terpaut 0,298 detik dari sang pemegang pole position, Max Verstappen (Red Bull).
Capaian ini terbilang mengejutkan mengingat jet darat SF-26 milik Ferrari sempat kesulitan menemukan pace satu putaran sepanjang sesi latihan bebas.
“Cuaca di sini sangat panas. Itu menjadi tantangan masif bagi ketahanan ban, mobil, hingga para mekanik di garasi. Saya sangat berterima kasih kepada seluruh tim,” ujar Hamilton di area parc fermé.
“Kami melakukan begitu banyak eksperimen perubahan sepanjang latihan bebas karena mobil terus meluncur dan ban cepat overheat. Sangat sulit menemukan keseimbangan ideal. Namun, kami melakukan satu perubahan terakhir sebelum kualifikasi, dan saya pikir kami berhasil menemukan titik sempurnanya (hit the sweet spot),” tambahnya.
Melampaui Ekspektasi dan Mengangkangi Upgrade Mercedes
Hasil kualifikasi terbaik Hamilton sejak seri GP Barcelona-Catalunya pada Juni lalu ini melampaui prediksi internal Ferrari. Awalnya, tim Kuda Jingkrak memproyeksikan mobil mereka hanya mampu bersaing di urutan kelima atau keenam, terlebih setelah Mercedes membawa paket pembaruan sasis besar-besaran.
Hamilton menyoroti bahwa kelemahan utama mobilnya saat ini hanya terletak pada kecepatan trek lurus (straight-line speed) jika dibandingkan dengan Red Bull.
“Kami kehilangan sekitar 0,3 hingga 0,4 detik dari Red Bull di trek lurus. Jadi kami bekerja sekeras mungkin untuk memaksimalkan kecepatan di tikungan. Eksekusi hari ini sangat tepat sasaran. Ini semua berkat kerja keras para insinyur dan mekanik,” jelas pemenang 106 gelar seri Grand Prix tersebut.
Sensitivitas Ekstrem Jet Darat F1 Modern
Dalam sesi konferensi pers usai kualifikasi, Hamilton membeberkan betapa rumit dan rumitnya variabel teknis pada mobil F1 generasi terbaru. Perubahan mikro pada geometri suspensi maupun aerodinamika mampu mengubah karakter mobil secara drastis.
“Mobil-mobil ini sangat sensitif. Perubahan terkecil seperti satu klik pada front wing, pergeseran satu milimeter ride height, atau seperempat derajat camber saja bisa memberikan perbedaan yang konyol dari satu sesi ke sesi lainnya,” papar Hamilton.
“Menyatukan dan menguasai semua detail teknis itu adalah tantangan yang amat berat. Saya berharap kami terus bekerja keras. Jika kami berhasil menyamai tenaga dasar lawan, saya yakin kita akan menyaksikan pertarungan yang jauh lebih sengit di masa depan,” pungkasnya.