JAKARTA – Generasi terbaru mobil Formula 1 memicu reaksi beragam dari para pembalap. Bintang Ferrari, Lewis Hamilton, membandingkan kecepatannya dengan Formula 2. Sementara Max Verstappen melontarkan kritik tajam dengan menyebut mobil F1 kini mirip Formula E yang dilebih-lebihkan.
“Terlalu banyak pengaturan dan tidak cukup gas penuh bagi saya; bukan seperti itulah seharusnya balapan,” ujar Verstappen.
Sebaliknya, juara dunia 2025 bersama McLaren, Lando Norris, justru menikmati tantangan baru.
“Yah, saya bersenang-senang di sana. Jika Max tidak menyukainya, maka dia sebaiknya pensiun saja,” sindir Norris.
Norris: “Apa yang perlu dikeluhkan?”
Norris menilai perubahan adalah hal wajar dalam Formula 1.
“Formula 1 berubah setiap beberapa tahun. Terkadang mobilnya sedikit lebih nyaman dikendarai, terkadang tidak. Kami dibayar dengan baik untuk pekerjaan yang kami cintai, jadi saya tidak melihat apa yang perlu dikeluhkan,” katanya.
Menurutnya, setiap pembalap bebas mengekspresikan gaya balap masing-masing. Generasi baru mobil F1 memang menuntut pemahaman berbeda, baik bagi pembalap maupun insinyur.
“Ya, Anda harus mengendarai mobil-mobil ini dengan cara yang berbeda, Anda harus mengembangkan pemahaman yang lebih dalam, dan manajemennya benar-benar berbeda. Tetapi ini tetaplah mobil balap Formula 1 – saya tidak melihat apa yang perlu dikeluhkan,” tegas Norris.
