SULBAR – Bertahun-tahun menanti jalan yang layak, warga Desa Lenggo, Kecamatan Bulo, Polewali Mandar, akhirnya melihat harapan itu menjadi nyata. Melalui TMMD ke-127 Kodim 1402/Polman, pengerjaan rabat beton di jalur penghubung Desa Bulo–Lenggo resmi dimulai, Rabu (11/2/2026).
Tasmin, warga Desa Lenggo menceritakan bagaimana jalan tersebut sering menjadi mimpi buruk, terutama saat hujan deras melanda, hingga memaksa desa mereka terputus dari dunia luar.
“Rasanya seperti mimpi. Sudah bertahun-tahun kami berharap ada perbaikan akses jalan ini. Sekarang, dengan adanya TMMD, jalan menuju desa kami mulai dibenahi,” ujar Tasmin dengan suara penuh emosi di tengah hiruk-pikuk pekerjaan.
Ia juga mengungkap dampak nyata isolasi itu pada kehidupan sehari-hari. Meski secara administratif berada di wilayah Desa Bulo, jalur tersebut merupakan urat nadi bagi warga Lenggo untuk mengangkut hasil panen, mengakses layanan kesehatan, hingga menjemput pasien darurat.
“Ini memang wilayah Desa Bulo, tapi ini akses kami masyarakat Desa Lenggo. Kami memahami bahwa pengerjaan dilakukan bertahap. Alhamdulillah, keterisolasian desa kami perlahan mulai terbuka,” katanya, seraya berharap kendaraan seperti ambulans dapat melintas tanpa hambatan di masa mendatang.
Antusiasme warga pun tak terbendung. Sebelum pembukaan resmi, mereka telah bergotong royong membersihkan semak dan badan jalan, bahkan menggelar doa bersama di pinggir sungai sebagai bentuk syukur atas program tersebut. Keterlibatan itu berlanjut pada hari pertama pelaksanaan, di mana sekitar 150 personel gabungan TNI, Polri, dan masyarakat bahu-membahu di medan berbukit yang penuh tantangan.
Kapten Inf Subarkah, Komandan SSK TMMD ke-127, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan tahap pra-TMMD, dengan fokus percepatan agar rampung tepat waktu.
“Ini hari pertama setelah pembukaan TMMD, dan kami langsung melanjutkan pengerjaan sasaran fisik. Sebelumnya, sebagian pekerjaan sudah dimulai saat pra-TMMD,” ujar Subarkah di lokasi kegiatan.
Strategi pengerjaan disesuaikan dengan kondisi alam. Pekerjaan dimulai dari ujung jalur dekat Jembatan Gantung Merah Putih untuk memudahkan distribusi material seperti semen dan batu.
“Kami mulai dari ujung agar distribusi material lebih mudah. Harapannya cuaca mendukung sehingga seluruh proses pengerjaan bisa berjalan lancar dan tepat waktu,” katanya, menekankan pentingnya koordinasi ketat di medan yang sulit.
Program TMMD ke-127 ini bukan sekadar membangun jalan, melainkan menjadi jembatan harapan bagi warga pedesaan. Selain pembangunan infrastruktur fisik, kegiatan nonfisik seperti penyuluhan kesehatan dan ketahanan pangan juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup, mengurangi kemiskinan, serta mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Program yang dijadwalkan berlangsung selama satu bulan ke depan ini diharapkan membuka peluang ekonomi baru, memudahkan anak-anak bersekolah, serta memastikan bantuan medis dapat tiba tepat waktu bagi warga yang membutuhkan.
