JAKARTA – Harga emas Antam melonjak pada Kamis, 10 Juli 2025, dengan kenaikan signifikan Rp8.000 menjadi Rp1.902.000 per gram.
Kenaikan harga emas ini ini mencerminkan tren positif yang terjadi di pasar logam mulia domestik.
Berdasarkan data resmi dari situs Logam Mulia milik PT Antam Tbk, pergerakan harga ini menjadi sorotan karena turut mendorong harga beli kembali (buyback) ke angka Rp1.746.000 per gram.
Harga emas batangan Antam yang terus naik menandai optimisme pasar terhadap investasi safe haven, terutama menjelang gejolak ekonomi global yang masih berlangsung.
Tak hanya harga jual, nilai buyback emas juga terkerek naik, memberikan keuntungan bagi investor yang hendak melepas kepemilikan mereka.
Namun, transaksi jual beli emas tetap dikenakan potongan pajak sesuai ketentuan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 34/PMK.10/2017.
Untuk penjualan kembali emas dengan nilai di atas Rp10 juta, pembeli dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22, yakni sebesar 1,5 persen bagi pemilik Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen bagi yang tidak memiliki NPWP.
Rincian Harga Emas Batangan Antam Hari Ini
Harga emas batangan berdasarkan ukuran pecahan per Kamis (10/7) adalah sebagai berikut:
- 0,5 gram: Rp1.001.000
- 1 gram: Rp1.902.000
- 2 gram: Rp3.744.000
- 3 gram: Rp5.591.000
- 5 gram: Rp9.285.000
- 10 gram: Rp18.515.000
- 25 gram: Rp46.162.000
- 50 gram: Rp92.245.000
- 100 gram: Rp184.412.000
- 250 gram: Rp460.765.000
- 500 gram: Rp921.320.000
- 1.000 gram: Rp1.842.600.000
Seluruh transaksi pembelian emas batangan dari PT Antam Tbk juga akan dikenai PPh 22 sebesar 0,45 persen bagi pembeli yang memiliki NPWP dan 0,9 persen bagi yang tidak memiliki NPWP.
Bukti potong akan disertakan dalam setiap transaksi sebagai bentuk kepatuhan terhadap aturan perpajakan.
“PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.”
– Sesuai ketentuan PMK No. 34/PMK.10/2017
Dengan harga yang terus menunjukkan tren penguatan, emas batangan Antam tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang paling diminati masyarakat.
Kenaikan harga hari ini bisa menjadi sinyal kuat bagi investor untuk mempertimbangkan diversifikasi portofolio ke logam mulia, apalagi dengan fluktuasi yang terus terjadi di pasar saham dan nilai tukar global.***
