JAKARTA — Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Reza Priyambada, mengingatkan pelaku pasar untuk tetap rasional dan tidak terbawa panik di tengah situasi pasar saham yang fluktuatif pada hari pertama pembukaan perdagangan pascalibur.
“Jangan over panic dengan kondisi ini. Naik turunnya market karena persepsi para pelaku pasar dalam menilai sentimen yang ada di depan matanya. Para pelaku pasar lah yang membuat IHSG dan saham-saham di dalamnya naik dan turun, bukan karena sentimen semata,” ujar Reza kepada media, Selasa (8/4).
Reza juga menyoroti adanya potensi sebagian pihak yang berharap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah demi mengambil keuntungan dari harga saham yang jatuh.
“Apakah memang banyak yang berharap akan terjadi demikian? Di tengah kondisi kusut seperti ini, kenapa banyak yang berharap terjadinya ARB dan halt trading, alih-alih memberikan harapan dan optimisme ke para pelaku pasar? Atau memang ada oknum pelaku pasar yang benar-benar berharap terjadinya ARB sehingga bisa ‘serok’ harga lebih rendah lagi,” ungkap Reza.
Lebih lanjut, Reza juga mengimbau investor, khususnya ritel, untuk tidak mudah terbawa sentimen negatif yang belum tentu berdampak langsung terhadap fundamental emiten dalam negeri.
Sarannya, apabila masih ada keraguan, sebagai langkah sementara, investor bisa mengalihkan dana ke instrumen yang lebih aman.
“Bagi yang belum mau ikut, gak apa-apa wait and see dulu dan bisa sementara masuk ke instrumen fixed income maupun reksa dana pasar uang. Namun, tetap optimis kita semua bisa melalui badai ini dengan baik. Bukan malah membuat pelaku pasar lainnya tambah panik,” kata Reza.
Di tengah ketidakpastian global, Reza berharap pelaku pasar dalam negeri dapat menjaga optimisme dan turut serta menjaga kestabilan pasar modal nasional.
“Sebagai pelaku pasar yang masih cinta dengan IHSG, mari kita angkat IHSG demi kebaikan portofolio bersama,” pungkasnya.