Hari Valentine sering dianggap sebagai momen paling romantis dalam setahun, dan hampir semua orang ingin menyampaikan perasaan cinta melalui bunga yang indah—namun tidak semua bunga memiliki makna yang sama.
Beberapa jenis bunga yang tampak cantik justru membawa arti negatif, seperti penolakan, perpisahan, duka cita, atau kesan kurang serius, yang bisa membuat penerimanya salah paham atau bahkan tersinggung.
Memilih bunga tanpa memahami bahasa bunga klasik bisa mengubah kejutan manis menjadi momen canggung, oleh karena itu penting untuk tahu bunga mana saja yang sebaiknya dihindari agar pesan cintamu benar-benar sampai dengan sempurna pada 14 Februari.
1. Mawar Kuning (Yellow Rose)
Mawar kuning adalah salah satu bunga yang paling sering salah dipilih untuk Valentine. Makna tradisionalnya adalah persahabatan, perhatian tulus, kegembiraan, dan penghargaan.
Di beberapa budaya (termasuk di Indonesia dan Barat), mawar kuning juga sering dikaitkan dengan perpisahan, maaf karena mengkhianati, atau tanda bahwa hubungan sudah berakhir.
Karena makna gandanya yang kuat ini, memberikan mawar kuning di Hari Valentine bisa disalahartikan sebagai “Aku menyayangimu sebagai teman” atau bahkan “Ini akhir dari hubungan kita”.
2. Anyelir Merah (Red Carnation)
Anyelir merah memiliki makna cinta yang dalam dan penuh gairah — hampir mirip dengan mawar merah. Namun di banyak negara (termasuk Indonesia dan sebagian besar budaya Barat), anyelir merah lebih sering diasosiasikan dengan cinta dari ibu atau kasih sayang keluarga (terutama karena tradisi anyelir merah untuk Hari Ibu).
Memberikan anyelir merah di Valentine bisa membuat pasangan merasa “dikasihani seperti ibu” atau “tidak cukup spesial untuk mawar”.
3. Anyelir Kuning / Anyelir Kuning-Muda
Anyelir kuning memiliki makna yang sangat negatif di banyak budaya: penolakan, kekecewaan, kamu mengecewakanku, atau hubungan yang sudah tidak harmonis lagi.
Ini adalah salah satu bunga yang paling sering disebut sebagai “bunga penolakan” dalam bahasa bunga klasik. Di beberapa negara bahkan dianggap sebagai bunga pemakaman atau tanda perpisahan yang tidak baik.
4. Krisan (Chrysanthemum) — terutama krisan putih atau krisan kuning
Di Indonesia dan sebagian besar budaya Asia, krisan (terutama yang berwarna putih atau kuning) sangat kuat dikaitkan dengan duka cita, pemakaman, dan penghormatan kepada orang yang telah meninggal.
Di Eropa dan Amerika juga, krisan putih sering digunakan di pemakaman atau sebagai tanda belasungkawa. Memberikan krisan di Hari Valentine bisa membuat pasangan merasa “kamu sedang mengucapkan selamat tinggal” atau memberikan kesan yang sangat tidak romantis.
5. Mawar Hitam (Black Rose) atau Mawar Gelap
Mawar hitam (atau mawar merah tua yang hampir hitam) melambangkan kematian, akhir dari suatu hubungan, perpisahan, atau dendam.
Di beberapa budaya juga dikaitkan dengan cinta terlarang, obsesi, atau perpisahan yang menyakitkan.
Meskipun beberapa orang menganggapnya “keren” atau “gothic-romantis”, mayoritas pasangan akan mengartikannya sebagai pesan negatif.
6. Bunga yang Terlalu “Biasa” atau Murah (contoh: Daisy kuning biasa, sedap malam murah)
Bunga seperti daisy kuning polos atau sedap malam yang harganya sangat murah sering diartikan sebagai kurang usaha, tidak serius, atau “cukup sekadarnya”.
Di Hari Valentine yang penuh ekspektasi, memberikan bunga yang terlihat “asal” bisa membuat pasangan merasa tidak dihargai.
