JAKARTA – Hong Kong resmi menyambut pergantian tahun 2026 tanpa pertunjukan kembang api, sebuah keputusan penting yang menandai perubahan besar dalam tradisi perayaan Tahun Baru di kota metropolitan tersebut.
Kebijakan ini diambil sebagai respons atas kebakaran besar yang terjadi pada November lalu dan menewaskan sedikitnya 161 orang, sebagaimana dilaporkan AP News pada Kamis (1/1/2025).
Sebagai alternatif pengganti pesta kembang api di Pelabuhan Victoria, otoritas pariwisata Hong Kong menggelar pertunjukan musik pada Rabu malam (31/12/2025) di kawasan Central.
Acara tersebut menghadirkan duo soft rock legendaris Air Supply bersama sejumlah penyanyi lain yang menghibur warga dan wisatawan dalam suasana reflektif namun tetap hangat.
Central yang dikenal sebagai pusat bisnis dan hiburan malam dipilih sebagai lokasi utama karena dinilai mampu menampung antusiasme publik tanpa menghilangkan nuansa penghormatan.
Tepat saat pergantian hari, delapan gedung tinggi di kawasan tersebut berubah menjadi jam hitung mundur raksasa melalui pertunjukan cahaya berdurasi tiga menit.
Biasanya, kembang api selalu menjadi elemen utama dalam perayaan Tahun Baru, Tahun Baru Imlek, dan hari besar nasional di Hong Kong.
Atraksi piroteknik berlatar gedung pencakar langit selama ini dikenal mampu menarik ratusan ribu penonton, termasuk wisatawan mancanegara yang memadati tepi pelabuhan.
Pemerintah Hong Kong mengakui absennya kembang api berpotensi memengaruhi tingkat hunian hotel dan aktivitas restoran di sekitar kawasan wisata.
Meski demikian, sejumlah wisatawan menyatakan memahami keputusan tersebut dan menilai langkah itu sebagai bentuk empati terhadap para korban tragedi.
Sejak Rabu sore (31/12/2025), kerumunan pengunjung telah memenuhi area pertunjukan musik di Central demi mendapatkan posisi terbaik.
Walau perayaan tetap berlangsung meriah, suasana duka akibat tragedi kebakaran masih terasa kuat di tengah hiruk pikuk kota.
Pembatalan kembang api sendiri bukan hal baru bagi Hong Kong karena keputusan serupa pernah diambil setelah tragedi besar pada masa lalu.
Secara historis, tradisi kembang api diyakini berasal dari Tiongkok kuno dan awalnya digunakan untuk mengusir roh jahat.
Pada pergantian tahun ini, simbol tersebut sengaja ditiadakan sebagai bentuk penghormatan dan solidaritas bagi para korban dan keluarga yang ditinggalkan.***