JAKARTA – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Jumat (28/3) malam menyebabkan puluhan titik terdampak bencana.
Hujan lebat mengakibatkan banjir genangan, tanah longsor, serta pohon tumbang yang merusak permukiman dan infrastruktur. Tiga warga dilaporkan mengalami luka akibat tertimpa material longsoran.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, menyampaikan bahwa bencana tersebar di 12 kapanewon, mulai dari Kasihan, Dlingo, Bantul, hingga Srandakan. Dampak yang terjadi cukup beragam, mencakup rusaknya rumah, fasilitas umum, hingga terganggunya akses transportasi.
“Berdasarkan data, akibat hujan deras kemarin ada 4 kejadian pohon tumbang, 23 gerakan tanah, 1 jembatan ambrol, dan 26 lokasi terdampak genangan air,” katanya, dikutip dari DetikJogja, Sabtu (29/3/2025).
Rincian kerusakan mencakup enam unit rumah rusak, satu bangket jebol, lima akses jalan terdampak, tiga talut rusak, dan empat bangunan pendidikan yang ikut terkena dampak. Selain itu, satu jembatan ambruk dan 21 titik permukiman terdampak banjir dan longsor.
“Penyebabnya ya karena hujan lebat yang memicu sungai meluap lalu banjir genangan, lalu tanah longsor dan pohon tumbang. Untuk kerugian materi akibat kejadian kemarin sekitar Rp 150 juta,” ucapnya.
Meski tidak ada korban jiwa, BPBD mencatat tiga orang mengalami luka sedang. Mereka adalah AA (3) dan Susilowati (36), warga Watu Glundung, Wukirsari, serta Saniyah (54), warga Kemasan, Karangtengah, Imogiri.
“Ada tiga orang mengalami luka sedang akibat tertimpa runtuhan akibat longsor. Saat ini ketiganya sudah rawat jalan,” ujarnya.
Antoni menambahkan, pihaknya kini tengah melaksanakan tindak lanjut penanganan bencana, termasuk asesmen ulang dampak longsor dan banjir, serta pembersihan sumur, fasilitas umum, fasilitas pendidikan, dan layanan kesehatan.
“Kalau kondisi terakhir, gerakan tanah belum tertangani maksimal dan membutuhkan penanganan lanjutan. Tapi untuk kejadian pohon tumbang sudah selesai tertangani dan kejadian genangan air sudah surut,” ucapnya.
