JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak sejarah dengan menembus level psikologis 8.000 poin pada penutupan perdagangan Rabu (17/9/2025).
Lonjakan ini menandai pencapaian tertinggi sepanjang masa sekaligus memperlihatkan kuatnya sentimen positif pasar modal di tengah dinamika ekonomi global.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup naik 0,85 persen atau setara 67 poin di level 8.025.
Capaian ini langsung diiringi dengan rekor kapitalisasi pasar yang menyentuh Rp14.516 triliun, menegaskan solidnya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.
“Rekor ini sekaligus diikuti dengan rekor kapitalisasi pasar yang mencapai Rp14.516 triliun,” kata Direktur Utama BEI, Iman Rachman, Rabu (17/9/2025).
Optimisme Reshuffle Kabinet dan Kebijakan Ekonomi
Kenaikan tajam IHSG kali ini tak lepas dari euforia pasar menyambut reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto, melantik 11 tokoh menjadi menteri dan wakil menteri.
Perombakan tim pemerintahan dipandang akan memperkuat arah kebijakan strategis, terutama dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional.
Menurut Iman, sinergi antara BEI, pelaku industri pasar modal, regulator OJK, dan pemerintah menjadi kunci kepercayaan investor.
“Kinerja yang impresif diperkuat dengan sinergi erat antara BEI, pelaku industri pasar modal serta dukungan kebijakan OJK dan pemerintah,” ucap Iman.
Ia menambahkan, langkah ini diharapkan mampu memberikan kepastian di tengah ketidakpastian global.
“BEI berkomitmen untuk terus menjaga momentum positif ini melalui berbagai inisiatif. Pasar modal Indonesia diharapkan dapat semakin memperkuat pilar perekonomian nasional dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia,” ujar Iman.
Saham Unggulan Melonjak
Pada perdagangan kemarin, tercatat 380 saham menguat, 335 melemah, dan 241 stagnan.
Sektor industri memimpin dengan kenaikan 2,83 persen, sementara indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan juga menguat.
Beberapa emiten yang mendominasi penguatan antara lain BRPT, ARTO, EXCL, BBTN, dan MAPI.
Total transaksi mencatat 39,68 miliar lembar saham dengan frekuensi perdagangan mencapai dua juta kali. Nilai transaksi tercatat Rp18,2 triliun, sekaligus mengukuhkan kapitalisasi pasar di level Rp14.516 triliun.
Faktor Domestik dan Global
Tim riset Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut penguatan IHSG turut didorong oleh pemangkasan suku bunga BI yang menumbuhkan optimisme pertumbuhan ekonomi domestik.
“Di dalam negeri, IHSG menguat karena optimisme pasar terhadap pertumbuhan perekonomian pasca pemangkasan suku bunga BI,” kata Tim Pilarmas.
Selain itu, kesepakatan dagang antara Uni Eropa dan Indonesia yang dijadwalkan diteken 23 September 2025 ikut menjadi katalis positif.
“Financial Times menulis berita ini, mengutip pejabat di Brussel dan Jakarta,” ujar Tim Pilarmas.
Komisioner Perdagangan Uni Eropa, Maros Sefcovic, dijadwalkan hadir di Jakarta untuk penandatanganan.
Kesepakatan tersebut akan menghapus tarif atas 80 persen ekspor Indonesia dalam satu hingga dua tahun setelah implementasi.
Tren Positif Berlanjut
Hari ini, Kamis (18/9/2025), tren penguatan masih berlanjut.
Pada sesi pertama perdagangan, IHSG naik 26,99 poin atau 0,34 persen menuju level 8.052,16, menunjukkan konsistensi optimisme pasar terhadap arah ekonomi dan kebijakan pemerintah.***