JAKARTA – Perayaan Imlek 2026 diproyeksikan membawa dampak signifikan bagi perekonomian nasional.
Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia memperkirakan, aktivitas konsumsi masyarakat selama masa libur panjang tersebut berpotensi mendorong perputaran uang hingga Rp9 triliun di seluruh Indonesia.
Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, mengatakan momentum perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili kali ini istimewa karena bertepatan dengan awal Bulan Ramadan 2026, yang membuat antusiasme belanja dan mobilitas masyarakat meningkat tajam.
Menurut Sarman, arus uang tersebut akan banyak terserap di sektor kuliner, wisata domestik, belanja ritel, hingga kegiatan ziarah menjelang Ramadan.
Pemerintah yang menetapkan dua hari libur nasional untuk Imlek disebut turut memperkuat efek ekonomi dari perayaan ini.
“Potensi perputaran uang selama perayaan dan libur Imlek tahun 2026 diperkirakan mencapai Rp9 triliun lebih.”
“Masyarakat luas untuk bepergian menikmati kuliner, mengunjungi berbagai destinasi wisata dan ziarah menyambut bulan puasa Ramadan 1447 Hijriah,” kata Sarman di Jakarta, Selasa, 17 Februari 2026.
Ia menjelaskan, estimasi tersebut diperoleh dari berbagai aktivitas ekonomi seperti jamuan makanan khas Imlek, perjalanan dengan berbagai moda transportasi, hingga meningkatnya transaksi di sektor perdagangan.
Secara rinci, Sarman mencontohkan, jika sekitar 2,81 juta keluarga Tionghoa (dari total 11,25 juta penduduk keturunan Tionghoa di Indonesia) melakukan tradisi perayaan dengan pengeluaran rata-rata Rp1 juta, maka potensi perputaran dana dari segmen ini sudah dapat mencapai Rp2 triliun.
Dari sektor pariwisata, diperkirakan lebih dari 3,3 juta orang akan melakukan perjalanan wisata atau ziarah menggunakan kendaraan pribadi.
Dengan rata-rata pengeluaran Rp500 ribu hingga Rp1 juta per orang, nilai perputaran ekonomi pada sektor ini juga berpotensi menembus Rp4 triliun.
“Jika setiap keluarga membelanjakan rata-rata Rp1 juta maka potensi perputaran uang diperkirakan mencapai Rp2.812.500.000.000.”
“Rata-rata membelanjakan Rp500 ribu maka potensi perputaran mencapai Rp1.684.910.000, dengan demikian perputaran uang diperkirakan mencapai Rp4.497.410.000,” ujar Sarman.
Sarman optimistis, momentum libur Imlek dan Ramadan yang berdekatan dapat menjadi pendorong nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal pertama 2026.
“Tentu akan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional kuartal I-2026 yang ditargetkan dikisaran 5,5 persen.”
“Target ini optimis bisa tercapai, karena selesai perayaan dan libur Imlek akan berlanjut bulan Ramadan dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah,” kata dia.***